KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dikira Boneka, Benda Mengapung di Saluran Irigasi Sambengsari Ternyata Jasad Bayi

Dikira Boneka, Benda Mengapung di Saluran Irigasi Sambengsari Ternyata Jasad Bayi

Dikira Boneka, Benda Mengapung di Saluran Irigasi Sambengsari Ternyata Jasad Bayi

UNGARAN – Warga Dusun Sambengsari, Wonoyoso, Pringapus, Kabupaten Semarang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di sebuah saluran irigasi setempat, Kamis (19/5/2022) sore. Mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh sejumlah anak yang sedang bermain air di saluran irigasi.

Gunawan (39) salah seorang saksi kejadian mengatakan ia diberitahu oleh anaknya yang sedang bermain air bersama teman-temannya di saluran air desa. Ia sempat mengira bahwa benda yang terapung tersebut adalah sebuah boneka.

“Setelah saya cek ternyata mayat bayi perempuan, langsung saya laporkan ke pihak Polsek Bergas,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agil Widiyas Sampurna yang mendapatkan laporan segera bergerak menuju TKP bersama tim Inafis Polres Semarang. Setelah dilakukan olah TKP, bayi tersebut diduga dibuang setelah beberapa saat dilahirkan.

“Saat ditemukan kondisi bayi masih terdapat tali pusar,” ujarnya.

Pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan itu.

“Mayat bayi sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi,” kata Agil. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang