URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang, melalui berbagai inovasi dan dukungan teknologi, berupaya mendongkrak ketahanan pangan dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa bantuan ini meliputi traktor roda dua, pupuk organik, bibit unggul, dan modernisasi irigasi, bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Genjot Ketahanan Pangan, Pemkab Semarang Lakukan Modernisasi Pertanian

Genjot Ketahanan Pangan, Pemkab Semarang Lakukan Modernisasi Pertanian

Genjot Ketahanan Pangan, Pemkab Semarang Lakukan Modernisasi Pertanian

Gapoktan Kabupaten Semarang menerima bantuan alsintan traktor roda dua dari Kementerian Pertanian di Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang, Senin (1/7/2024). Foto: win
Gapoktan Kabupaten Semarang menerima bantuan alsintan traktor roda dua dari Kementerian Pertanian di Kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang, Senin (1/7/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melakukan sejumlah upaya untuk mendongkrak ketahanan pangan. Salah satunya dengan sentuhan teknologi alat mesin pertanian (alsintan) mulai dari pengolahan lahan hingga panen.

Disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha, pihaknya terus berinovasi bersama kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Di antaranya melalui pemberian bantuan alsintan, pupuk organik, bibit unggul, hingga modernisasi irigasi.

“Kita ingin produksi padi naik per hektare. Sentuhan teknologi sangat dibutuhkan untuk mendukung hal tersebut,” ujarnya ditemui usai penyerahan bantuan alsintan traktor roda dua kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Senin (1/7/2024).

Dijabarkan Ngesti, secara perlahan pihaknya juga mengajak para petani untuk beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik. Selama ini setiap satu hektare lahan membutuhkan sekitar 500 kilogram pupuk kimia. Diharapkan, hal ini bisa direduksi setengahnya menggunakan pupuk kandang padat yang difermentasi.

“Hasil uji coba tanaman pertama yang biasanya 7 ton per hektare, bisa tembus 11 ton. Tanah jadi bagus, pendapatan petani meningkat,” jelasnya.

Pada APBD perubahan 2024 ini, lanjut Ngesti, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan mesin penyiang gulma, drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida, serta mesin panen (combine) mini.

“Karena rata-rata ukuran sawahnya tidak lebar tapi memanjang. Harapannya dengan mesin modern dapat menekan biaya produksi,” paparnya.

Masalah lain yang perlu mendapat perhatian menurut Ngesti adalah irigasi. Dari total lahan pertanian seluas 2.400 hektare, baru bisa panen satu kali dalam setahun akibat permasalahan pengairan. Sebagai solusinya, pihaknya juga akan menyiapkan sumur dalam tenaga surya di 14 lokasi yang bersumber dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Setiap sumur bisa mengaliri 10 hektare sawah. Sehingga setahun bisa panen dua kali,” bebernya.

Sementara Kepala Dispertanikap Moh Edy Sukarno menerangkan modernisasi di sektor pertanian menjadi salah satu kunci sukses dalam upaya peningkatan ketahanan pangan. Apalagi melihat fenomena saat ini kaum milenial yang enggan terjun di dunia pertanian.

“Sehingga sentuhan teknologi sangat dibutuhkan. Selain efisien, juga bisa menjadi solusi keterbatasan tenaga manusia,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya juga rutin mengadakan pelatihan pengoperasian alsintan bagi sekitar 2.700 gapoktan yang terdiri dari 116ribu petani di Kabupaten Semarang.

“Saat ini bantuan alsintan sudah lebih dari 60 persen. Sangat signifikan untuk peningkatan produktivitas pertanian,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembagian traktor roda dua kali ini terdiri dari 31 unit yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian dengan nilai anggaran hampir Rp1 miliar. (win)

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved