URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hindiyah (60), seorang warga Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang tak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya usai menerima bantuan pangan beras. Ia mengaku bersyukur atas bantuan ini di tengah harga beras yang masih membumbung tinggi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Harga Masih Membumbung Tinggi, Warga Kabupaten Semarang Girang Dapat Bantuan Beras

Harga Masih Membumbung Tinggi, Warga Kabupaten Semarang Girang Dapat Bantuan Beras

Harga Masih Membumbung Tinggi, Warga Kabupaten Semarang Girang Dapat Bantuan Beras

Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan pangan beras di eks Posko Siaga Covid-19 Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (4/3/2024). Foto: win
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan pangan beras di eks Posko Siaga Covid-19 Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Senin (4/3/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Hindiyah (60), seorang warga Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang tak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya usai menerima bantuan pangan beras. Ia mengaku bersyukur atas bantuan ini di tengah harga beras yang masih membumbung tinggi.

“Alhamdulillah sangat senang. Baru kali ini dapat bantuan beras, apalagi harganya juga lagi mahal sekarang,” ujarnya usai menerima penyaluran bantuan pangan beras di eks Posko Siaga Covid-19 Desa Kebumen, Senin (4/3/2024).

Beras yang diperolehnya itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya yang terdiri dari suami, seorang anak, dan tiga cucunya. “Suami saya sudah tiga tahun tidak bisa bekerja karena sakit, sehingga saya berterima kasih sekali atas bantuan ini. Semoga bisa bermanfaat dalam meringankan beban kami,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Fitria (40). Ia juga merasa senang telah menerima bantuan pangan beras kali kedua ini. “Mudah-mudahan harga beras lekas normal kembali, sehingga kami tidak hanya mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” urainya.

Sementara Kasi Pemerintahan Desa Kebumen Muhammad Sofiul Hadi menerangkan total terdapat 1.565 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat sebagai penerima bantuan pangan beras ini. Bantuan ini adalah program pemerintah berupa penyaluran beras yang bersumber dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog.

“Masing-masing KPM menerima satu karung berisi 10 kilogram beras dan akan berlangsung selama enam bulan,” terangnya.

Dijelaskan Sofiul Hadi, pemberian bantuan beras ini terdiri dari enam tahap. Tahap pertama sudah dilaksanakan pada bulan Februari 2024, sedangkan kali ini adalah tahap yang kedua. Menurutnya, bantuan pangan beras ini berbeda dengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). PKH dibagikan dalam empat tahap dan diberikan dalam bentuk uang tunai sesuai dengan kategorinya mulai dari ibu hamil, balita, lansia, penyandang disabilitas, anak sekolah dari jenjang SD sampai SMA.

“Kalau bantuan ini wujudnya hanya beras, bukan uang tunai. Semoga bisa membantu masyarakat,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil
Rumah Amin Akhirnya Layak Ditinggali, Gotong Royong TMMD Ubah Harapan Warga Desa Cukil

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved