URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tanaman Vanili memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia, bahkan vanili juga dapat digunakan menjadi bahan pembuat kue dan dapat menjadi minyak wangi. sampai saat ini ada 50 petani vanili yang tersebar di empat Kecamatan di Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hermin Petani Vanili Asal Salatiga Kini Sukses Tembus Pasar Prancis & Dubai

Hermin Petani Vanili Asal Salatiga Kini Sukses Tembus Pasar Prancis & Dubai

Hermin Petani Vanili Asal Salatiga Kini Sukses Tembus Pasar Prancis & Dubai

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Tanaman Vanili memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia, bahkan vanili juga dapat digunakan menjadi bahan pembuat kue dan dapat menjadi minyak wangi.

Tidak banyak petani vanili di Salatiga, sampai saat ini ada 50 petani vanili yang tersebar di empat Kecamatan di Salatiga.

Salah satunya, Hermin (54) warga Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga berhasil menanam tanaman vanili hingga panen.

Hermin mengatakan bahwa dirinya menanam vanili berawal dari keresahan terhadap tanaman tersebut yang semakin sedikit di Salatiga.

“Awalnya saya tidak sengaja menanam, ada rasa eman terhadap tanaman ini supaya tidak musnah,” kata Hermin.

Dirinya mulai menanam vanili sejak empat tahun lalu sebelum adanya pandemi covid-19 sehingga sampai saat ini sudah dua kali panen.

“Hasilnya lumayan untuk menambah pendapatan apalagi pas kemarin pandemi covid-19,” jelasnya.

Saat ini Hermin sudah memiliki 1500 pohon vanili yang ditanam di lahan seluas 2000 meter.

Petani vanili di Salatiga, lanjutnya, sampai saat ini dirinya sudah merekrut petani sekitar 50 orang yang tersebar di empat Kecamatan di Salatiga.

“Ada 50 orang yang menjadi anggota Asosiasi Petani Vanili Salatiga (APVS) yang terdaftar di Dinas Pertanian Salatiga,” ucapnya.

Menanam vanili, menurutnya sangat mudah mulai dari bibit hingga berproduksi membutuhkan waktu kurang lebih sekitar tiga tahun.

“Dari bibit hingga menjadi tunas butuh 10 minggu,” paparnya.

Setelah tiga tahun, vanili membutuhkan waktu untuk panen sekitar delapan bulan.

“Untuk polinasi atau penyerbukan kurang lebih delapan bulan, lalu kita bisa memtik hasilnya,” katanya.

“Panen vanili biasanya di bulan Juni dan Juli,” imbuhnya.

Merawat tanaman tersebut terbilang mudah, setelah vanili berhasil tumbuh di beri pupuk organik.

Musuh utama dari vanili yakni jamur fusarium, jamur tersebut menyerang bagian akar dan umbi yang menyebabkan penyakit layu pada tumbuhan sehingga tumbuhan mati.

“Antisipasinya, kita bisa semprot dengan pupuk trikoderma,” jelasnya.

Hermin mengungkapkan 80 pohon vanili dapat dapat dipanen dalam kondisi kering mencapai 25 kilogram.

“Satu kilogram vanili kering kualitas bagus harganya mencapai Rp 3-6 juta,” katanya.

Selama ini Hermin memiliki pelanggan vanili berasal dari Perancis, namun dirinya juga mengirim vanili ke Dubai, Malaysia.

“Kalau kirim sendiri itu paling sepuluh kilogram, namun saat permintaan banyak itu harus di ekspor lewat Devindo,” ungkapnya.

Menurutnya setiap orang memiliki harga vanili berbeda karena harga vanili seperti harga emas.
“Vanili biasanya di sebut emas hijau,” ujarnya. ( rief )

BACA JUGA :

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Lawan Jebakan Pinjol dengan Solusi 3M dan Penguatan Ekonomi Akar Rumput
Lawan Jebakan Pinjol dengan Solusi 3M dan Penguatan Ekonomi Akar Rumput
Satresnarkoba Polres Salatiga mengamankan HM (28) di kawasan Mangunsari, Sidomukti, Sabtu (15/8/2026), setelah menerima informasi dugaan transaksi obat keras. Polisi menemukan 2.370 tablet putih berlogo “Y”, telepon genggam, dan plastik klip. HM diduga berperan sebagai pengedar dan kini menjalani penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Satresnarkoba Polres Salatiga Tangkap Pengedar 2.370 Pil Yarindu, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved