KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ingin Berwisata di Kabupaten Semarang? Ini Syaratnya

Ingin Berwisata di Kabupaten Semarang? Ini Syaratnya

Ingin Berwisata di Kabupaten Semarang? Ini Syaratnya

Banaran Sky View, Kampoeng Kopi Banaran Bawen. (Foto/win)

UNGARAN – Seiring turunnya level PPKM di Kabupaten Semarang menjadi level tiga, maka Pemkab Semarang mulai melakukan uji coba pembukaan sejumlah tempat wisata dan tempat hiburan. Beberapa kelonggaran tersebut menyusul uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) serentak di seluruh sekolah yang telah diterapkan sebelumnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan, meski destinasi wisata dan tempat hiburan dibuka ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, baik pengelola maupun pengunjung. Beberapa syarat tersebut di antaranya maksimal kapasitas 25 persen, anak di bawah usia 12 tahun dilarang masuk, dan pengunjung wajib menunjukan sertifikat telah mendapat vaksinasi. Selain itu, pada akhir pekan Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional lokasi wisata tidak boleh beroperasi.

Ngesti menambahkan, jika ada pelanggaran baik oleh pengelola maupun pengunjung maka akan ada sanksi dan evaluasi izinnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]