URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Anggota Polda Jateng yang dikirim menjadi pasukan Minusca United Nations (UN) di Republik Afrika Tengah telah kembali ke Indonesia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jalani Misi Perdamaian Bersama PBB Selama 1 Tahun, Anggota Polda Jateng Telah Kembali

Jalani Misi Perdamaian Bersama PBB Selama 1 Tahun, Anggota Polda Jateng Telah Kembali

Jalani Misi Perdamaian Bersama PBB Selama 1 Tahun, Anggota Polda Jateng Telah Kembali

featured-img

SEMARANG – Anggota Polda Jateng yang dikirim menjadi pasukan Minusca United Nations (UN) di Republik Afrika Tengah telah kembali ke Indonesia.

Beragam pengalaman yang didapat anggota Polda Jateng selama  bertugas menjalankan misi perdamaian bersama PBB selama 1 tahun. Mereka bertugas membantu rakyat sipil dan menjaga aset UN.

Komandan Pleton Skuat, Iptu Sholihan mengatakan, anggota Polda Jateng yang diberangkatkan terdiri 6 anggota dari Korps Brimob dan 3 anggota dari jajaran polres. Sembilan orang yang diberangkat memiliki fungsi dan keahlian masing-masing.

“Ada yang jadi sniper, mekanik, pasukan taktis, FNB dan tenaga medis. Mereka bertugas sesuai keahlian dan fungsi masing-masing,” ujarnya kepada RASIKAFM Rabu (20/10/2021).

“Selain itu ada satu diantara anggota yang diberi kewenangan memeriksa, menangkap, dan menahan. Karena diterjunkan untuk membantu polisi lokal,” tambahnya.

Ia mengakui, saat ini konflik di Republik Afrika Tengah sangatlah kompleks baik sosial, Politik, hingga agama. Konflik itu teejadi antara kombatan seleka dan balaka.

“Kami bertugas mendamaikan kedua belah pihak antara pro pemerintah dan pemberontak. Apalagi saat tembak-tembakan kami hanya sebagai pembatas,” pungkasnya.

Sholihan menerangkan dari Polisi yang ada di Asia hanya Indonesia dan Nepal terpilih menjadi anggota Minusca UN. Hal ini membuatnya bangga menjadi polisi yang terpilih sebagai pasukan perdamaian PBB.

“Kami orang Indonesia bertugas di luar negeri sangat bangga sekali. Karena tidak semua orang bisa berangkat,” tandasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, pihaknya rencananya akan  kembali melakukan seleksi anggotanya untuk dikirim untuk menjadi pasukan perdamaian.

“Anggota harus mempunyai kualifikasi tertentu yang dibutuhkan menjadi pasukan perdamaian PBB,” bebernya.

Ia mengatakan anggota Polda yang usai menjalankan misi perdamaian PBB telah melaksanakan karantina sesuai protokol kesehatan di wisma atlet selama 8 hari.

“Sekarang sudah selesai dan bisa kembali ke keluarganya masing-masing,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan