RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Minibus vs Truk Boks di Tapen, Lalin Jalur Solo-Semarang Macet

Kecelakaan Minibus vs Truk Boks di Tapen, Lalin Jalur Solo-Semarang Macet

Kecelakaan Minibus vs Truk Boks di Tapen, Lalin Jalur Solo-Semarang Macet

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Solo-Semarang, tepatnya di Dusun Tapen, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, melibatkan sebuah minibus yang menabrak bagian belakang truk boks pengangkut es kristal yang sedang berbelok. Insiden yang terjadi pada Senin (3/3/2025) sore ini mengakibatkan satu penumpang minibus terjepit dan harus dievakuasi sebelum dibawa ke rumah sakit.
foto Arief Rasika
Warga sedang melihat dari dekat mobil boks yang alami laka

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Solo-Semarang, tepatnya didusun Tapen, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (3/3/2025) sore. Insiden ini melibatkan sebuah minibus yang melaju kencang dan menabrak bagian belakang truk boks pengangkut es kristal yang sedang berbelok. Akibat kecelakaan ini, satu penumpang minibus terjepit dan harus dievakuasi sebelum dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan warga, minibus jenis Zebra melaju dari arah Solo dengan kecepatan tinggi. Pada saat yang bersamaan, dari arah Semarang, sebuah truk boks hendak memotong jalur untuk berbelok. Tak dapat menghindar, minibus langsung menabrak bagian belakang truk boks hingga menyebabkan kendaraan tersebut terguling.

“Mobil boksnya mau menyeberang jalan, lalu dari arah Solo ada minibus melaju kencang. Sampai di lokasi, bagian belakang mobil boks dihantam minibus dan langsung terguling,” ujar Agus saksi mata.

Akibat kecelakaan ini, seorang penumpang minibus, mengalami luka dan terjepit di dalam kendaraan. Warga sekitar bersama relawan segera melakukan evakuasi sebelum korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Penumpang minibus yang terjepit berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, sopir truk boks mengalami luka ringan dan juga mendapatkan perawatan,” tambah Agus.

Peristiwa ini menyebabkan kemacetan di Jalan Solo-Semarang. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Saksi mata Agus

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran