KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kecelakaan Truk di Turunan Gombel Lama, Satu Orang Meninggal di Lokasi Kejadian

Kecelakaan Truk di Turunan Gombel Lama, Satu Orang Meninggal di Lokasi Kejadian

Kecelakaan Truk di Turunan Gombel Lama, Satu Orang Meninggal di Lokasi Kejadian

Pada Senin (27/2/2023) sekira pukul 00.30 WIB, sebuah truk mengalami kecelakaan tunggal di turunan Gombel Lama, tepatnya di depan PT Duta Pramata Konstruksi, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Dalam insiden tersebut, seorang kernet bernama Untung (55) warga Pringapus, Kabupaten Semarang meninggal dunia di lokasi kejadian karena luka parah di kepala. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Kariadi untuk proses lebih lanjut.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Adji Setiawan menjelaskan bahwa kejadian ini bermula ketika korban disopiri oleh Ahmad (39) warga Pedurungan, Kota Semarang. Truk berwarna merah-putih itu melaju dari arah timur (Setia Budi) menuju ke arah barat (Jatingaleh). Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan yang ditumpangi dua orang itu diduga mengalami rem blong yang mengakibatkan hilang kendali.

Adji Setiawan menambahkan bahwa truk tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya saat melintas di jalan yang menurun. Truk kemudian oleng ke kiri dan menabrak tembok serta pohon yang ada di sisi kiri jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut, sopir truk mengalami luka pada kaki kirinya, sedangkan truk itu sendiri mengalami kerusakan pada body depan yang ringsek dan body samping yang penyok.

“Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Harmina untuk perawatan medis. Kejadian ini berakibat tembok juga hancur dan kabel telekomunikasi putus,” ujarnya.

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px