BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim terbaru untuk wilayah Perairan Semarang–Demak dan pesisir utara Jawa Tengah periode 20–22 Juni 2026. Data menunjukkan pasang maksimum masih berpotensi terjadi pada siang hari dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter.
Kondisi Maritim Terkini
Kondisi cuaca maritim di Perairan Semarang–Demak pada Sabtu diprakirakan didominasi cuaca cerah pada pagi hari, kemudian berangsur cerah berawan hingga berawan pada malam hari. Suhu udara berkisar antara 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara 69–86 persen.
Kecepatan angin berada pada kisaran 4–10 knot dengan hembusan maksimum mencapai 14–20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Semarang dan Laut Jawa bagian pesisir Jawa Tengah diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah hingga sedang.
Arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,69–1,05 knot dengan arah dominan menuju barat daya hingga selatan. Suhu permukaan laut tercatat sekitar 30 derajat Celsius.
Prakiraan Pasang Surut Harian
Berdasarkan grafik pasang surut harian Semarang, tinggi muka air laut pada pukul 01.00 WIB berada di kisaran 0,3 meter dan meningkat menjadi 0,4 meter pada pukul 02.00–03.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah menjadi 0,5 meter pada pukul 04.00–05.00 WIB dan mencapai 0,6 meter pada pukul 06.00 WIB.
Kenaikan berlanjut menjadi 0,7 meter pada pukul 07.00–08.00 WIB, kemudian meningkat menjadi 0,8 meter pada pukul 09.00 WIB dan 0,9 meter pada pukul 10.00 WIB.
Puncak pasang laut diprakirakan terjadi pada pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 1 meter. Setelah itu, muka air laut mulai mengalami penurunan menjadi 0,9 meter pada pukul 15.00 WIB dan 0,8 meter pada pukul 16.00 WIB.
Menjelang malam, tinggi muka air laut terus turun hingga mencapai 0,2 meter pada pukul 21.00–23.00 WIB yang menjadi periode surut terendah hari tersebut. Mean Sea Level (MSL) atau rata-rata muka air laut berada pada ketinggian sekitar 0,6 meter.
Potensi Dampak dan Cuaca Maritim
Pasang maksimum yang berlangsung pada siang hari berpotensi meningkatkan genangan rob di sejumlah kawasan pesisir Semarang, terutama daerah tambak, kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, serta wilayah dengan elevasi rendah yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa.
Meski kondisi gelombang laut relatif rendah dan cuaca cenderung cerah hingga berawan, masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir tetap perlu memperhatikan waktu pasang tertinggi karena dapat memengaruhi akses jalan pesisir, aktivitas perikanan, dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Untuk periode 21–22 Juni 2026, BMKG memprakirakan cuaca perairan didominasi hujan ringan dengan tinggi gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter dan kecepatan arus laut sekitar 0,64–1,01 knot.
Masyarakat pesisir, nelayan, operator pelabuhan, serta pengguna jasa transportasi laut di wilayah Semarang, Demak, dan pesisir utara Jawa Tengah diimbau terus memantau informasi cuaca maritim dan pasang surut terbaru guna mengantisipasi potensi dampak pasang maksimum yang terjadi pada siang hari.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Sabtu, 20 Juni 2026 pic.twitter.com/PnpCmmQFiU
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 19, 2026



