KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Orang Tua Siswa Pertanyakan Mekanisme Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Salatiga

Ketua KONI Salatiga, Agus Purwanto (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sejumlah orang tua mempertanyakan mekanisme penerimaan siswa untuk kelas khusus olahraga (KKO) di SMAN 3 di Salatiga. Pasalnya, anak mereka yang memiliki prestasi hingga propinsi, malah gagal lolos.

“Anak saya mendapatkan juara popda kota, bahkan di Kejurprov berhasil meraih juara. Di seleksi juga infonya bagus, namun ternyata saat diumumkan, ternyata tidak masuk,” ujar WLC, salah satu orang tua atlet melalui siaran persnya.

Meski sudah tidak berharap diterima, ia menyarankan agar ada kejelasan nilai dan komposisi yang menjadi pertimbangan. Jadi orang tua bisa melihat hal yang belum masuk standar penerimaan.

Terpisah, ketua KONI Salatiga Agus Purwanto menyebut harapan senada. Ia berharap ada transparansi dalam penilaian penerimaan KKO.

KONI sebagai induk pembinaan olahraga seringkali menjadi tempat para atlet untuk bertanya. “Kita memang diminta untuk melakukan tes kecakapan atlet. Tetapi hasilnya dipakai atau penilaian seperti apa kita tidak tahu,” Ujarnya saat ditemui wartawan.

Menanggapi hal tersebut, plt kepala SMAN 3 Supriyanto menjelaskan jika semua sudah sesuai regulasi dari propinsi. Ia menyatakan bahwa ada beberapa komponen penilaian. Seperti hasil tes kemampuan akademik, rapor, hingga prestasi siswa. Baik yang berjenjang atau tidak berjenjang.

“Kami ada regulasi dan rumus penghitungan dari propinsi dan menjalankan sesuai itu,” jelas Supriyanto. Berkait KONI, ia hanya menyebut jika pihaknya meminta bantuan untuk melakukan tes meski tidak ada kewajiban untuk menggandeng KONI.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]