RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sejumlah orang tua mempertanyakan mekanisme penerimaan siswa untuk kelas khusus olahraga (KKO) di SMAN 3 di Salatiga. Pasalnya, anak mereka yang memiliki prestasi hingga propinsi, malah gagal lolos.
“Anak saya mendapatkan juara popda kota, bahkan di Kejurprov berhasil meraih juara. Di seleksi juga infonya bagus, namun ternyata saat diumumkan, ternyata tidak masuk,” ujar WLC, salah satu orang tua atlet melalui siaran persnya.
Meski sudah tidak berharap diterima, ia menyarankan agar ada kejelasan nilai dan komposisi yang menjadi pertimbangan. Jadi orang tua bisa melihat hal yang belum masuk standar penerimaan.
Terpisah, ketua KONI Salatiga Agus Purwanto menyebut harapan senada. Ia berharap ada transparansi dalam penilaian penerimaan KKO.
KONI sebagai induk pembinaan olahraga seringkali menjadi tempat para atlet untuk bertanya. “Kita memang diminta untuk melakukan tes kecakapan atlet. Tetapi hasilnya dipakai atau penilaian seperti apa kita tidak tahu,” Ujarnya saat ditemui wartawan.
Menanggapi hal tersebut, plt kepala SMAN 3 Supriyanto menjelaskan jika semua sudah sesuai regulasi dari propinsi. Ia menyatakan bahwa ada beberapa komponen penilaian. Seperti hasil tes kemampuan akademik, rapor, hingga prestasi siswa. Baik yang berjenjang atau tidak berjenjang.
“Kami ada regulasi dan rumus penghitungan dari propinsi dan menjalankan sesuai itu,” jelas Supriyanto. Berkait KONI, ia hanya menyebut jika pihaknya meminta bantuan untuk melakukan tes meski tidak ada kewajiban untuk menggandeng KONI.









