URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga menggelar bimbingan teknis manajemen kebakaran gedung dan evakuasi korban di bangunan bertingkat selama empat hari di PT SCI dan Pasar Raya 2 Salatiga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi personel dalam menghadapi kebakaran serta penyelamatan korban di gedung tinggi melalui pembekalan teori, simulasi, dan praktik lapangan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban

Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban

Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Upaya meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi kebakaran dan penyelamatan di bangunan bertingkat terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga. Salah satunya melalui FC bimbingan teknis (Bimtek) manajemen kebakaran gedung dan evakuasi korban di gedung tinggi yang berlangsung selama empat hari.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Untuk materi manajemen kebakaran gedung dipusatkan di PT SCI, sedangkan simulasi dan praktik evakuasi korban di gedung tinggi digelar di Pasar Raya 2 Salatiga.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Ponco Margono Hasan, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan petugas damkar dalam menangani kebakaran yang terjadi di bangunan bertingkat sekaligus melakukan penyelamatan korban secara cepat dan aman.

Menurut Ponco, tantangan penanganan kebakaran di gedung tinggi berbeda dengan kebakaran pada bangunan biasa. Selain akses yang lebih sulit, petugas juga harus memiliki kemampuan teknis penyelamatan korban yang membutuhkan peralatan dan metode khusus.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kompetensi dan keterampilan petugas damkar, khususnya dalam penanganan kebakaran gedung serta evakuasi korban di gedung tinggi,” ujarnya.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan. Materi yang diberikan mencakup manajemen kebakaran gedung, identifikasi potensi bahaya, prosedur penyelamatan korban, hingga teknik evakuasi menggunakan peralatan khusus.

Dalam sesi praktik, petugas dilatih menghadapi berbagai skenario kedaruratan yang berpotensi terjadi di gedung bertingkat. Simulasi dilakukan agar personel terbiasa mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Ponco menambahkan, perkembangan kawasan perkotaan yang diikuti meningkatnya jumlah bangunan bertingkat menuntut petugas pemadam kebakaran terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.

“Pelatihan seperti ini sangat penting agar petugas selalu siap menghadapi berbagai kondisi darurat dan mampu memberikan pelayanan penyelamatan yang maksimal kepada masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Damkar Salatiga berharap seluruh personel semakin terampil, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugas penyelamatan, terutama saat menangani kebakaran maupun evakuasi korban di gedung-gedung bertingkat.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan