URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lahir di Salatiga, Lembaran Baru Wedding Expo 2023, Tawarkan Paket Wedding Spesial, Harga Mulai 28 Jutaan

Lahir di Salatiga, Lembaran Baru Wedding Expo 2023, Tawarkan Paket Wedding Spesial, Harga Mulai 28 Jutaan

Lahir di Salatiga, Lembaran Baru Wedding Expo 2023, Tawarkan Paket Wedding Spesial, Harga Mulai 28 Jutaan

Foto Arief Rasika
Salah satu model sedang tampil diajang expo wedding yang digelar oleh Lembaran Baru Wedding Expo 2023, di Sameja café
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Akibat pandemi yang cukup panjang, sejumlah event gabungan antar vendor wedding bertumbangan di tanah air, tak terkecuali dikota Salatiga. Namun diantara sekian banyak Wedding Expo yang tumbang di Salatiga, para calon pengantin kini diberikan alternatif dengan hadirnya “Lembaran Baru Wedding Expo”.

Lahir di salatiga, Desember 2019 kehadiran Lembaran Baru Wedding Expo, ternyata mampu menawarkan Paket Wedding Spesial, dengan harga mulai 28 Juta untuk 100 tamu undangan.

“kehadiran LBI diharapkan bisa membangkitkan komunitas penggiat wedding di sekitar Salatiga, Saat ini brand kami masih berkembang secara perlahan dari kota kecil bernama Salatiga” ujar Christo Christian D, Founder Lembaran Baru Indonesia.

Disatu sisi Christo Christian yakin jika kedepan Lembaran Baru bisa merambah ke Bali, Jakarta, Semarang dan area Jawa Tengah secara umum .

“Besar harapan kami kedepannya dapat membuat expo yang lebih besar, dengan vendor berjumlah 50 orang, saat ini kami berkantor dijalan Hasanudin No.79, Mangunsari, Sidomukti, Kota Salatiga” ujar Christo Christian didampingi Muhammad Noer Ali – PR Lembaran Baru Indonesia.

Sementara itu dihari pertama expo yang digelar di SAMEJA Café didesa Jombor, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, 27.5.2023 juga menghadirkan talkshow dengan MUA–MUA dan fashion show dengan 3 tema besar wedding. Ada juga bazaar dan talkshow dengan wedding stylist asal Salatiga, Christo Christian.

Dengan mengusung tema warna terracota yang dipadukan dengan alam dan warna putih, wedding stylist dari Lembaran Baru WO ingin membawa suasana fresh dalam hasanah warna dalam dunia wedding “Harapan dari acara ini adalah ter”sulut”nya semangat kolaborasi antar vendor di Salatiga, apalagi tersedia doorprize, dan hadiah dan cashback jutaan rupiah” ungkap Nathan Sidhi, Owner Sameja.

Pantauan rasika FM, dalam expo kali ini mereka menawarkan wedding dengan harga yang bersahabat dengan kalangan milineal.

Paket tersebut menjadi solusi kalangan milineal untuk membuat pesta pernikahan dengan harga yang cukup terjangkau. Sehingga diharapkan komunitas penggiat wedding di sekitar Salatiga tidak ada saling menurunkan harga.

– Christo Christian D, Founder Lembaran Baru Indonesia.
– Muhammad Noer Ali – PR Lembaran Baru Indonesia.
– Suasana expo yang digelar di SAMEJA Café

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved