KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Longsor Susulan Putuskan Jalan Ungaran–Demak, Warga: Tak Terdengar Suara, Tanaman Tertimbun

Longsor Susulan Putuskan Jalan Ungaran–Demak, Warga: Tak Terdengar Suara, Tanaman Tertimbun

Longsor Susulan Putuskan Jalan Ungaran–Demak, Warga: Tak Terdengar Suara, Tanaman Tertimbun

Tiga bocah duduk di sisa badan jalan penghubung Ungaran-Demak yang tergerus longsor, di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Longsor kembali terjadi di ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak, tepatnya di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Minggu (15/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa ini merupakan longsor susulan setelah kejadian serupa yang telah berlangsung sejak 2022.

Salah satu warga sekitar, Muhammad Badrun (84), mengaku longsor terjadi tanpa suara yang terdengar warga. Meski demikian, getaran tanah sempat terasa.

“Sekitar jam 4 pagi. Tidak ada suara apa-apa. Rumah saya masih sekitar 400 meter dari lokasi, jadi aman. Orang-orang alhamdulillah aman semua,” ujarnya ditemui di rumahnya, Jumat (20/2/2026).

Menurut Badrun, longsor kali ini tidak sampai mengenai permukiman warga. Namun sejumlah lahan pertanian terdampak. Tanaman padi yang sudah dipanen sekitar lima bagor tertimbun material longsor. Selain itu, pisang yang baru saja dipotong dan hendak diangkut juga ikut tertimbun.

“Yang tidak aman itu tanamannya. Ada yang panen padi lima bagor kegurug. Pisang juga baru dipotong, ditinggal mau diambil sore, tapi sudah tertimbun,” katanya.

Ia menyebut, longsor kali ini merupakan kejadian kedua setelah insiden sebelumnya pada 2025. Menurutnya, sejak dulu kawasan tersebut memang pernah mengalami longsor kecil, namun tidak separah sekarang.

“Dulu waktu saya muda belum seperti ini. Longsornya kecil-kecil saja. Ini karena selokannya tidak dibetulkan, air tanah terus mendorong, akhirnya longsor,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro membenarkan adanya longsor susulan tersebut. Dari hasil monitoring, muncul rekahan baru di lokasi pada Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, di area tersebut telah terpasang Early Warning System (EWS) untuk memantau pergerakan tanah. Rambu larangan melintas juga sudah dipasang guna mencegah warga mendekat ke titik rawan.

“Dari EWS belum muncul sinyal yang mengkhawatirkan. Tetapi tetap harus waspada karena kondisinya masih ada guguran longsor,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan BPBD, jarak lokasi longsor dengan permukiman warga diperkirakan sekitar 30 meter. Meski belum ada tanda bahaya dari alat pemantau, potensi longsor susulan masih ada.

Diketahui, hasil kajian teknis sebelumnya menemukan adanya sumber mata air besar di bawah titik longsor. Kondisi ini membuat tanah terus lembap dan bergerak. Akibatnya, ruas jalan penghubung Ungaran–Demak di Desa Kalongan kini berubah menjadi jurang terbuka dengan kedalaman sekitar 61 meter. (win)

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]