URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Longsor kembali terjadi di ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak, tepatnya di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Minggu (15/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa ini merupakan longsor susulan setelah kejadian serupa yang telah berlangsung sejak 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Longsor Susulan Putuskan Jalan Ungaran–Demak, Warga: Tak Terdengar Suara, Tanaman Tertimbun

Longsor Susulan Putuskan Jalan Ungaran–Demak, Warga: Tak Terdengar Suara, Tanaman Tertimbun

Longsor Susulan Putuskan Jalan Ungaran–Demak, Warga: Tak Terdengar Suara, Tanaman Tertimbun

Tiga bocah duduk di sisa badan jalan penghubung Ungaran-Demak yang tergerus longsor, di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026). Foto: win
Tiga bocah duduk di sisa badan jalan penghubung Ungaran-Demak yang tergerus longsor, di Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Longsor kembali terjadi di ruas jalan penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak, tepatnya di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Minggu (15/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa ini merupakan longsor susulan setelah kejadian serupa yang telah berlangsung sejak 2022.

Salah satu warga sekitar, Muhammad Badrun (84), mengaku longsor terjadi tanpa suara yang terdengar warga. Meski demikian, getaran tanah sempat terasa.

“Sekitar jam 4 pagi. Tidak ada suara apa-apa. Rumah saya masih sekitar 400 meter dari lokasi, jadi aman. Orang-orang alhamdulillah aman semua,” ujarnya ditemui di rumahnya, Jumat (20/2/2026).

Menurut Badrun, longsor kali ini tidak sampai mengenai permukiman warga. Namun sejumlah lahan pertanian terdampak. Tanaman padi yang sudah dipanen sekitar lima bagor tertimbun material longsor. Selain itu, pisang yang baru saja dipotong dan hendak diangkut juga ikut tertimbun.

“Yang tidak aman itu tanamannya. Ada yang panen padi lima bagor kegurug. Pisang juga baru dipotong, ditinggal mau diambil sore, tapi sudah tertimbun,” katanya.

Ia menyebut, longsor kali ini merupakan kejadian kedua setelah insiden sebelumnya pada 2025. Menurutnya, sejak dulu kawasan tersebut memang pernah mengalami longsor kecil, namun tidak separah sekarang.

“Dulu waktu saya muda belum seperti ini. Longsornya kecil-kecil saja. Ini karena selokannya tidak dibetulkan, air tanah terus mendorong, akhirnya longsor,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro membenarkan adanya longsor susulan tersebut. Dari hasil monitoring, muncul rekahan baru di lokasi pada Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, di area tersebut telah terpasang Early Warning System (EWS) untuk memantau pergerakan tanah. Rambu larangan melintas juga sudah dipasang guna mencegah warga mendekat ke titik rawan.

“Dari EWS belum muncul sinyal yang mengkhawatirkan. Tetapi tetap harus waspada karena kondisinya masih ada guguran longsor,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan BPBD, jarak lokasi longsor dengan permukiman warga diperkirakan sekitar 30 meter. Meski belum ada tanda bahaya dari alat pemantau, potensi longsor susulan masih ada.

Diketahui, hasil kajian teknis sebelumnya menemukan adanya sumber mata air besar di bawah titik longsor. Kondisi ini membuat tanah terus lembap dan bergerak. Akibatnya, ruas jalan penghubung Ungaran–Demak di Desa Kalongan kini berubah menjadi jurang terbuka dengan kedalaman sekitar 61 meter. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved