URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam pertandingan melawan PS HW Yogyakarta di Stadion Kridanggo, PSISa menang dengan skor telak, 3-0. Seluruh gol dalam pertandingan tersebut dicetak pada babak kedua melalui Sofa, Daniel, dan Ridho.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menang 3-0 Atas PS HW Jogya, Manajer PSiSa Meminta Pemain Tetap Waspada

Menang 3-0 Atas PS HW Jogya, Manajer PSiSa Meminta Pemain Tetap Waspada

Menang 3-0 Atas PS HW Jogya, Manajer PSiSa Meminta Pemain Tetap Waspada

featured-img

Manajer PSISa Salatiga Hartoko Budhiono meminta skuat Laskar Ganesha untuk tak buru-buru puas dengan hasil positif yang diraih selama uji coba.

Dalam pertandingan melawan PS HW Yogyakarta di Stadion Kridanggo, PSISa menang dengan skor telak, 3-0. Seluruh gol dalam pertandingan tersebut dicetak pada babak kedua melalui Sofa, Daniel, dan Ridho.

Perjuangan untuk mencetak skor membutuhkan kerja keras. Bahkan dua peluang emas harus digagalkan oleh mistar gawang. Sebelum itu, beberapa tembakan pemain depan PSISa berhasil diblok kiper PS HW.

“Saya mengapresiasi permainan anak-anak, tapi jangan lupa, kita membutuhkan kemenangan di kompetisi nanti. Uji coba ini hanya sekadar pemantapan,” kata Hartoko, Senin sore (19/9/2022).

Hartoko mengungkapkan bahwa target lolos menjadi juara Grup C Liga 3 Regional Jawa Tengah adalah harga mati. “Karena itu, sapu bersih kemenangan di kandang, jangan lengah dan terus berjuang,” paparnya.

Sementara Pelatih PSISa Salatiga Hari Darmawan mengatakan akan menjaga peak perfomance pemain hingga akan meningkat saat bertanding dalam kompetisi resmi. “Kita lihat permainan anak-anak sudah semakin padu, komunikasi antar lini juga semakin matang,” terangnya.

Dia mengaku akan fokus kepada persiapan anak asuhnya. “Kompetisi seminggu lagi akan dimulai, kita harus menjaga ritme dan kekompakan pemain,” kata Wewe, panggilan akrabnya.

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved