KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pelayanan Prima dan Taat Pajak, Enam Hotel di Kabupaten Semarang Terima Penghargaan Adhikarya Pariwisata

Pelayanan Prima dan Taat Pajak, Enam Hotel di Kabupaten Semarang Terima Penghargaan Adhikarya Pariwisata

Pelayanan Prima dan Taat Pajak, Enam Hotel di Kabupaten Semarang Terima Penghargaan Adhikarya Pariwisata

Enam hotel di Kabupaten Semarang meraih penghargaan Adhikarya Pariwisata atas pelayanan terbaik dan kepatuhan hukum pajak. Di antara pemenang adalah Hotel Griya Persada Bandungan, The Wujil Hotel Bergas, dan Nuwis Hotel Bandungan. Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mendorong konsistensi pelayanan demi meningkatkan kepercayaan pengunjung dan meningkatkan industri pariwisata di daerah tersebut.
Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati menyerahkan penghargaan Adhikarya Pariwisata kepada pelaku dunia perhotelan dan restoran terbaik di Kabupaten Semarang di Hotel Griya Persada, Bandungan, Rabu (8/11/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak enam hotel di Kabupaten Semarang menerima penghargaan Adhikarya Pariwisata. Usaha penunjang sektor pariwisata itu berhasil memberikan pelayanan terbaik dan tertib dalam membayar pajak.

Penilaian mutu kinerja dan kepatuhan hukum hotel dan restoran ini melibatkan praktisi perhotelan, akademisi dan perwakilan lembaga sertifikasi profesi dan usaha pariwisata.

Keenam hotel yang berhasil meraih penghargaan itu terdiri dari tiga hotel berbintang yakni Hotel Griya Persada Bandungan dengan nilai 169, The Wujil Hotel Bergas (160) dan Nuwis Hotel Bandungan (123). Sementara tiga hotel sisanya adalah non bintang yakni Hotel Rawa Pening Bandungan (63), Kusma Hotel (57) dan Hotel AOE Bandungan (43).

Disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati, saat ini terdapat 200 hotel serta 500 restoran aneka kategori yang beroperasi di Kabupaten Semarang. Penilaian yang dilakukan tersebut untuk menciptakan standar pelayanan prima dari masing-masing pelaku usaha pariwisata.

“Sehingga laju perbaikan mutu terus terjadi dan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung lebih lama,” ujar Wiwin usai penyerahan penghargaan Adhikarya Pariwisata untuk hotel dan restoran terbaik di Ramayana Ballroom Hotel Griya Persada, Bandungan, Rabu (8/11/2023).

Bagi peraih penghargaan, Wiwin berpesan agar terus dapat konsisten menjaga performanya. Hal itu demi meningkatkan ‘trust’ atau kepercayaan para pengunjung yang berdampak pada tingkat okupansinya.

“Penghargaan ini justru menjadi sebuah tanggung jawab bagaimana hotel dan restoran ini harus bisa terus menjaga bahkan meningkatkan pelayanannya,” urainya.

Sementara Wakil Bupati Semarang Basari saat membacakan sambutan tertulis Bupati Ngesti Nugraha sangat
mengapresiasi para pelaku pariwisata bidang perhotelan dan rumah makan yang konsisten menunjukkan kinerja baik dan taat peraturan.

“Penghargaan ini menjadi penanda komitmen Pemkab Semarang dan pihak swasta untuk memajukan industri pariwisata di Kabupaten Semarang. Sekaligus sebagai pembinaan mutu pelayanan serta tolok ukur kinerja bisnis dan keunggulan pelayanan,” katanya.

Sebagai informasi, selain perhotelan sejumlah restoran turut mendapatkan penghargaan serupa. Antara lain restoran terbaik diraih Cimory Resto Bergas dengan nilai 141, Lohansung Resto Griya Yodesia Bergas (117) dan Over O Resto Ungaran Barat (116). (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]