URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Jateng merayakan Hari Ibu ke-94 di Aloon-aloon Kota Semarang dan di Pasar Johar, Sabtu (17/12/2022) pagi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang dan Bank Jateng Rayakan Hari Ibu di Aloon-Aloon

Pemkot Semarang dan Bank Jateng Rayakan Hari Ibu di Aloon-Aloon

Pemkot Semarang dan Bank Jateng Rayakan Hari Ibu di Aloon-Aloon

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Jateng merayakan Hari Ibu ke-94 di Aloon-aloon Kota Semarang dan di Pasar Johar, Sabtu (17/12/2022) pagi. Kegiatan itu tentunya dihebohkan oleh emak-emak yang mengikuti senam kebaya.

Selain itu, untuk memeriahkan acara, Pemkot Semarang juga mengadakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang dan juga masyarakat umum.

Tidak hanya itu ada kegiatan lain juga seperti lomba memasak menu olahan pangan lokal, lomba memasak menu pendamping stunting, fashion show antar OPD akan bertempat di venue outdoor sedangkan fashion show ibu-ibu pedagang di Pasar Johar.

Dan juga ada lomba merangkai empon-empon, lomba merangkai sayuran serta lomba merias ibu dan anak akan berada di venue indoor serta lomba foto Instagram yang diinisiasi oleh Bank Jateng dengan objek foto berupa berbagai kegiatan peringatan Hari Ibu di kawasan Pasar Johar Semarang.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengucapkan selamat hari ibu kepada para ibu-ibu di seluruh Kota Semarang. Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut berharap ibu-ibu di Kota Semarang lebih berdaya untuk Indonesia maju dan anak-anaknya bisa terlindungi.

Ita menambahkan semua acara hari ini dibuat dengan berbagai kaitan dengan semua yang dilakukan oleh ibu-ibu setiap harinya.

“Pak Sekda ini semalam sudah belajar masak dan semuanya mau masak. Ibu-ibu organisasi, bapak-ibu Lurah semua masak di Pasar Johar dan tentu ada merangkai sayur yang tidak kalah penting ada lomba fashion show memakai bahan sayur oleh Kabid Eselon 4 perempuan-perempuan di Pemkot Semarang. Jadi nanti ibu-ibu bisa melihat ke bawah pokonya hari ini acara untuk ibu-ibu semua,” ujar Ita.

Selain berbagai perlombaan, Ita juga meresmikan platform “Sapa Mbak Ita”. Terobosan itu merupakan media komunikasi antara Pemkot dan masyarakat khususnya ibu-ibu dan perempuan yang ada di Kota Semarang.

“Jadi ini adalah wujud perempuan lebih berdaya jangan ada lagi kekerasan perempuan, janga ada bullying kepada anak-anak kita, pemberdayaan ekonomi, makanya disini ada namanya UMK-UMK,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan