URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Isu pernikahan dini dititipkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada para ibu dalam acara Peringatan Hari Kartini tahun 2022 di Pendopo drh. Soepardi, Kabupaten Magelang, Kamis (21/4). Hal itu disampaikan Ganjar, usai mendampingi istrinya Siti Atikoh memberikan penghargaan kepada perempuan berjasa dan berprestasi dari 35 kabupaten kota se Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perempuan Kerap Jadi Korban, Ganjar Ingatkan Isu Pernikahan Dini di Hari Kartini

Perempuan Kerap Jadi Korban, Ganjar Ingatkan Isu Pernikahan Dini di Hari Kartini

Perempuan Kerap Jadi Korban, Ganjar Ingatkan Isu Pernikahan Dini di Hari Kartini

featured-img

KAB. MAGELANG – Isu pernikahan dini dititipkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada para ibu dalam acara Peringatan Hari Kartini tahun 2022 di Pendopo drh. Soepardi, Kabupaten Magelang, Kamis (21/4).

Hal itu disampaikan Ganjar, usai mendampingi istrinya Siti Atikoh memberikan penghargaan kepada perempuan berjasa dan berprestasi dari 35 kabupaten kota se Jawa Tengah.

“Selamat hari kartini. Jadi kita bisa menunjukkan kepada masyarakat di Jawa Tengah ibu-ibu kegiatannya sangat banyak sekali,” ucap Ganjar.

Para perempuan yang menerima penghargaan tersebut bergerak di berbagai bidang dan sektor. Mulai pendidikan, lingkungan, pengelolaan sampah, peduli anak hingga pemberdayaan perempuan. Ganjar yakin apa yang dikerjakan oleh para ibu ini sangat bermanfaat.

Di kesempatan itu, Ganjar menitip pesan terkait dua isu yang juga diangkat dalam Musrenbang. Yakni terkait membangkitkan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan. Ganjar mengatakan, kegiatan kreatif yang dilakukan para perempuan di 35 kota kabupaten tadi akan bermanfaat.

“Itu hebat sekali. Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, trafficking, dan bicara pemberdayaan perempuan. Itu menurut saya kegiatan yang jempolan,” ujarnya.

Berdamaan dengan itu, Ganjar mengingatkan soal data tingginya pernikahan dini selama pandemi. Peran perempuan, kata Ganjar, penting dalam mencegah pernikahan dini.

“Betul kan bu, kasih tahu. Nikah, nikah, nanti dulu. Suruh sekolah yang tinggi insyaallah itu akan manfaat. Kasih tahu tetangga-tetangganya. Kalau punya anak perempyan, jangan dinikahkan dulu,” tegas Ganjar.

Sebab sebagian besar korban kekerasan, kata Ganjar adalah perempuan. Apalagi sosok Kartini, lanjut Ganjar juga mempunyai latarbelakang pendidikan yang baik.

“Karena kalau sudah kawin muda biasanya mungkin fisik mentalnya tidak siap yang terjadi nanti tidak siap berkeluarga,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut pemerintah tidak bisa sendiri. Dukungan dari seluruh pihak, utamanya perempuan menjadi penting.

“Selamat atas penghargaan ini dan mudah-mudahan ini sebagai pendorong panjenengan makin giat berprestasi, makin bisa berkontribusi. Kekuatan kita adalah bersama-sama, gotong royong,” katanya.
Ditemui usai acara, Ganjar mendorong para perempyan untuk berani bermimpi. Seperti sosok Kartini, perempuan di masa kini harus menyiapkan masa depan mulai sekarang.

“Pesan saya dengan spirit Kartini ini gantungkan cita-citamu yang tinggi. Jadi habis gelap terbitlah terang itu mari kita buat penerangan-penerangan biar makin terang. Masa depan mesti disiapkan mulai sekarang,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju Iriana Joko Widodo mengapresiasi peran perempuan Indonesia yang berjasa dan berprestasi dalam profesinya.

“Peran perempuan Indonesia sangat diharapkan untuk berkontribusi mendorong pemulihan akibat pandemi. Pemerintah akan terus berkomitmen memberi ruang sebesar-besarnya kepada perempuan Indonesia untuk berkarya dan memaksimalkan potensinya di segala sektor,” ucap Iriana.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved