RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Polres Semarang Musnahkan 2,1 Kg Obat Mercon Libatkan Tim Gegana

Polres Semarang Musnahkan 2,1 Kg Obat Mercon Libatkan Tim Gegana

Polres Semarang Musnahkan 2,1 Kg Obat Mercon Libatkan Tim Gegana

Tim Gegana Sat Brimob Polda Jateng bersiap memusnahkan bahan peledak jenis obat mercon hasil Operasi Pekat Polres Semarang, Jumat (27/2/2026). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Memasuki Bulan Suci Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H, Polres Semarang memusnahkan 2,1 kilogram bahan peledak jenis obat mercon, Jumat (27/2/2026), di wilayah Ungaran Timur. Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari Operasi Pekat dalam rangka cipta kondisi kamtibmas.

Kegiatan disposal dipimpin langsung Kapolres Semarang Ratna Quratul Ainy dengan melibatkan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Tengah. Pelibatan Gegana dilakukan untuk memastikan proses pemusnahan berjalan sesuai standar operasional penanganan bahan peledak dan aman bagi seluruh pihak.

Kapolres Semarang menegaskan, langkah ini menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada momentum keagamaan yang identik dengan meningkatnya aktivitas warga.

“Efek dari mercon sangat luas di tengah masyarakat. Selain membahayakan keselamatan pengguna, juga berpotensi menimbulkan korban jiwa, merusak fasilitas umum, hingga rumah warga,” tegasnya.

Selain 2,1 kilogram obat mercon, petugas juga memusnahkan sejumlah mercon siap ledak, yakni satu buah berdiameter 14 sentimeter, satu buah berdiameter 5 sentimeter, serta empat buah berdiameter 1 sentimeter.

“Seluruh barang bukti merupakan hasil penindakan dalam Operasi Pekat yang menyasar penyakit masyarakat berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Semarang,” sambungnya.

Proses pemusnahan dilaksanakan di lokasi yang telah disterilisasi dan berada jauh dari permukiman warga guna meminimalisasi risiko.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif mengawasi peredaran maupun penggunaan obat mercon di lingkungan masing-masing.

“Harapan kami, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Semarang tetap kondusif selama Ramadhan hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.
Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani