[audio_player]
[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 4"]
[posts_like_dislike]
BMKG: Kondisi cuaca di Kota Semarang, Rabu (15/11/2023) pada pagi hingga siang hari diprediksi cerah berawan, sedangkan pada sore hingga awal malam hari umumnya akan menjadi berawan dengan potensi hujan ringan. Angin di perkirakan bertiup dari arah barat laut ke tenggara dengan kecepatan antara 3 km/jam hingga 30 km/jam. Suhu udara diperkirakan akan berkisar antara 28-35 derajat Celsius, dan kelembapan udara berkisar antara 45-85 persen.

Mbak Google

INFO BMKG

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Rabu (15/11/2023)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Rabu (15/11/2023)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Rabu (15/11/2023)

Cuaca Berawan
Cuaca Berawan

Berdasarkan data cuaca yang diamati oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang pada tanggal 15 November 2023 pukul 05.30 WIB, diperkirakan cuaca di Kota Semarang akan cenderung berawan. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan mencapai 5 km/jam. Suhu udara diperkirakan mencapai 26,4 derajat Celsius, sementara kelembapan udara mencapai 95 persen.

Menurut Prakirawan Cuaca, M.S.Fuad dari BMKG Ahmad Yani Semarang, kondisi cuaca di Kota Semarang pada pagi hingga siang hari diprediksi cerah berawan, sedangkan pada sore hingga awal malam hari umumnya akan menjadi berawan dengan potensi hujan ringan. Angin di perkirakan bertiup dari arah barat laut ke tenggara dengan kecepatan antara 3 km/jam hingga 30 km/jam. Suhu udara diperkirakan akan berkisar antara 28-35 derajat Celsius, dan kelembapan udara berkisar antara 45-85 persen.

Untuk cuaca di Jawa Tengah secara umum, pagi hari diperkirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Pantura Barat, pesisir selatan, dan pegunungan bagian barat. Pada siang hingga awal malam hari, diperkirakan akan terjadi hujan ringan dengan potensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di wilayah pegunungan hingga dataran tinggi, kabupaten Semarang, sebagian Jateng timur, sebagian pesisir selatan, dan sekitarnya.

Prakirawan Cuaca juga mengingatkan akan potensi bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, banjir, tanah longsor, sambaran petir, hujan es, pohon tumbang, dan genangan air. Tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter, sementara di perairan Selatan Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter. Tetap waspada dan siapkan langkah-langkah pencegahan mengingat kondisi cuaca yang mungkin berubah sewaktu-waktu.

BACA JUGA :

BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 23 September 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Observasi di Semarang pukul 05.30 WIB mencatat suhu 25,7°C dan kelembapan 76%, dengan angin selatan 5 km/jam. Kondisi tersebut diperkirakan bertahan hingga sore, sementara masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.
23 September 2026: Cuaca Semarang Cerah, Jateng Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 18 September 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Hasil observasi di Semarang pukul 05.30 WIB mencatat suhu 26,0°C dan kelembapan 81%, dengan angin tenggara 4 km/jam. Hujan ringan berpotensi terjadi di Semarang Selatan serta wilayah pegunungan dan dataran tinggi pada sore hingga awal malam.
18 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan Ringan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Kamis, 17 September 2026, didominasi cerah hingga cerah berawan. Observasi di Semarang pukul 05.30 WIB mencatat suhu 25,5°C dan kelembapan 76%, dengan angin tenggara 3 km/jam. Kondisi cerah berawan berlanjut hingga sore, sementara masyarakat diminta mewaspadai kemudahan kebakaran hutan dan lahan.
17 September 2026: Cuaca Semarang Cerah, Jateng Waspada Karhutla
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 15 September 2026, didominasi cerah berawan hingga berawan. Observasi di Semarang pukul 05.00 WIB mencatat suhu 24,4°C dan kelembapan 76%, dengan angin timur 3 km/jam. Kondisi musim kemarau juga meningkatkan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan.
15 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Waspada Karhutla

TERKINI

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta aksi Jateng Guyub mengaku kecewa setelah tidak dapat menggunakan Kantor Bupati Semarang sebagai tempat transit rombongan longmarch dari Gedong Songo, Selasa (22/9/2026) malam. Mereka menyebut telah...
FPRB Salatiga ajak Masyarakat Kurangi Risiko Bencana
FPRB Salatiga ajak Masyarakat Kurangi Risiko Bencana
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Salatiga mendorong masyarakat membangun kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi melalui kolaborasi berbagai unsur. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan rutin...
Seorang lansia berinisial MFSC (78) ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan Griya Dukuh Asri, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (22/9/2026). Warga menemukan korban setelah mencium bau menyengat dari rumah dan melaporkannya kepada polisi. Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi tindak pidana, sementara keluarga menolak otopsi.
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan PNS Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Seorang lansia berinisial MFSC (78) ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan Griya Dukuh Asri, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (22/9/2026). Warga menemukan korban setelah...
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meluncurkan bus listrik Trans Semarang di Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026), sebagai awal gerakan elektrifikasi transportasi publik. Bus listrik tersebut dijadwalkan beroperasi mulai 25 September setelah uji coba, dengan tahap awal melayani Koridor 1 rute Terminal Mangkang–Penggaron pulang-pergi.
Harhubnas 2026: Semarang Mulai Gerakan Elektrifikasi Transportasi
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meluncurkan bus listrik Trans Semarang di Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026), sebagai awal gerakan elektrifikasi transportasi publik. Bus listrik tersebut dijadwalkan...
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota...
Muat Lebih

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
[pekok2]