KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menerima penghargaan dari Pemprov Jateng usai upacara peringatan HUT ke-81 Jawa Tengah di Boyolali, Rabu (19/8/2026). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 orang atau sekitar 63 persen dari total sasaran. Capaian tersebut bahkan disebut telah melampaui target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Data hingga 13 Agustus 2026 menunjukkan, pemeriksaan kesehatan gratis telah dilaksanakan di seluruh 26 Puskesmas di Kabupaten Semarang. Dari sasaran 1.107.450 penduduk, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan mencapai 697.318 orang.

Capaian tersebut menjadi salah satu apresiasi yang diterima Kabupaten Semarang dalam momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, capaian tersebut setara dengan 116,6 persen dari target tahunan atau melampaui target sebanyak 99.295 orang.

“CKG penting karena mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini, sehingga faktor risiko maupun penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” kata Ngesti.

Jika dirinci, pemeriksaan telah mencakup 13.190 bayi baru lahir, 59.707 balita dan anak prasekolah, 132.782 usia sekolah dan remaja, 385.792 orang dewasa, serta 105.847 lansia.

Selain CKG, Kabupaten Semarang juga mendapatkan penghargaan terkait Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dan penanganan kawasan permukiman kumuh. Untuk IDSD, Kabupaten Semarang mencatat nilai 4,03 pada 2025. Angka tersebut berada di atas nilai nasional sebesar 3,50 dan Jawa Tengah sebesar 3,87.

“Peningkatan daya saing daerah diarahkan pada penguatan tenaga kerja, UMKM, pembiayaan, inovasi, hingga investasi,” katanya.

Pemkab Semarang menargetkan 4.000 peserta pelatihan dan penyerapan 27.600 tenaga kerja hingga 2029. Sementara pada 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat sekitar Rp1,35 triliun kepada 2.516 debitur.

“Di bidang riset dan investasi, pemerintah daerah menargetkan 80 riset, 15 hasil riset yang dapat dihilirisasi atau dikomersialisasikan, serta nilai investasi mencapai Rp5,2 triliun hingga 2029,” paparnya.

Sementara itu, penghargaan penanganan kawasan permukiman kumuh Provinsi Jawa Tengah 2026 diberikan dengan tema Permukiman Berkelanjutan yang Mendukung Ketahanan Pangan.
Salah satu lokasi best practice yang diangkat adalah Desa Kesongo. Atas capaian tersebut, Kabupaten Semarang memperoleh dukungan pembangunan jalan dan drainase lingkungan senilai Rp400 juta.

“Dukungan itu diarahkan untuk penanganan kawasan kumuh di RT 30 RW 09 Desa Pasekan, dengan luas kawasan sekitar 2,2 hektare,” lanjutnya.

Pembangunan tersebut telah berkontrak pada Juli 2026. Menurut Ngesti, penanganan kawasan kumuh masih menjadi pekerjaan yang terus dilakukan pemerintah daerah di sejumlah kecamatan.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kesehatan, kualitas lingkungan, penguatan ekonomi, serta daya saing masyarakat.

“Pada akhirnya, yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Semarang,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
[pekok2]