KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PTM Diizinkan, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

PTM Diizinkan, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

PTM Diizinkan, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo

RASIKAFM –  Berkaitan dengan pembelajaran tatap muka (PTM), Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan, saat ini sekolah yang tidak berada di zona merah atau minimal oranye bisa melakukan PTM dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Meski diizinkan, jumlah siswa yang dibolehkan mengikuti PTM maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa. Menurutnya saat ini PTM sudah kembali dilaksanakan dengan tetap mengacu pada status zonasi tingkat kecamatan dan desa.

Seperti diketahui, PTM sempat dihentikan sementara beberapa waktu lalu akibat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]