KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ratusan Remaja di Salatiga Sedih, Gagal Berlebaran dengan Motor Kesayangan, apa Sebabnya?

Ratusan Remaja di Salatiga Sedih, Gagal Berlebaran dengan Motor Kesayangan, apa Sebabnya?

Ratusan Remaja di Salatiga Sedih, Gagal Berlebaran dengan Motor Kesayangan, apa Sebabnya?

Ratusan motor hasil razia

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Komitmen Polres Salatiga dalam menindak tegas kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong kembali dibuktikan. Dalam patroli malam yang digelar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 15 Maret 2026, Ratusan sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Terjaring razia.

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, turun langsung memimpin pelaksanaan patroli tersebut, didukung personel piket fungsi, personel yang bertugas di Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), serta Pos Terpadu dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026.

Kapolres Salatiga menjelaskan bahwa guna memperoleh hasil maksimal, patroli dilaksanakan dengan sistem hunting yang didukung pola penyekatan oleh personel yang melaksanakan pengamanan di pos-pos operasi.

“Personel piket fungsi yang dibekali Sprint UKL (Unit Kecil Lengkap) terdiri dari Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, Sat Samapta, BKO Brimob, serta fungsi lainnya melaksanakan penyisiran di sejumlah jalur dalam Kota Salatiga. Sementara personel yang bertugas di Pospam yang berada di pintu masuk Kota Salatiga kami arahkan untuk melaksanakan penyekatan. Dari patroli yang dimulai Sabtu pukul 23.00 WIB hingga Minggu dini hari, berhasil diamankan 116 sepeda motor dengan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi,” jelas Ade Papa.

Seluruh kendaraan yang terjaring selanjutnya diamankan di Gudang Barang Bukti Satlantas Polres Salatiga untuk proses penindakan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres menegaskan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, patroli akan terus diintensifkan dalam rangka menjaga harkamtibmas, terutama pada malam hingga dini hari.

“Selama Operasi Ketupat Candi ini, patroli terus kami intensifkan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain knalpot brong, kami juga mengantisipasi perang sarung, petasan, balap liar, dan berbagai tindakan lain yang meresahkan masyarakat serta dapat mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan,” tegasnya.

Kapolres Salatiga juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya dan memastikan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama para orang tua, untuk bersama-sama mengawasi anak-anaknya agar tidak menggunakan knalpot brong, tidak terlibat balap liar, perang sarung, maupun aksi lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Mari kita jaga suasana Ramadan dan masa mudik ini tetap aman, nyaman, dan kondusif,” imbau Kapolres.

Kini ratusan motor tersebut masif diamankan di Satlantas polres Salatiga hingga lebaran

Kabar Terkini

POPULER

Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]