URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Semoga dibulan Ramadhan kali ini situasi pandemi segera berakhir dan bisa kembali normal" harap salah seorang warga Domas saat giat bersihkan masjid Attohiriyah Domas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sambut Ramadhan, PCNU Salatiga dan HBF Serta Warga Domas, Bersihkan Masjid

Sambut Ramadhan, PCNU Salatiga dan HBF Serta Warga Domas, Bersihkan Masjid

Sambut Ramadhan, PCNU Salatiga dan HBF Serta Warga Domas, Bersihkan Masjid

featured-img

Bulan Ramadhan 1443 Hijriah sudah didepan mata, sembari Kementrian Agama menggelar sidang isbat, PCNU dan HBF bersihkan masjid Domas Salatiga.

Seperti tahun sebelumnya masyarakat muslim tetap menjalani dengan penuh perjuangan meskipun masih dalam situasi pandemi. “Semoga dibulan Ramadhan kali ini situasi pandemi segera berakhir dan bisa kembali normal” harap salah seorang warga Domas saat giat bersihkan masjid Attohiriyah Domas.

Dalam kegiatan bersih masjid Domas, RT 04/RW 08, Kota Salatiga itu juga dihadiri Ketua PCNU Kota Salatiga Kyai Zaenuri, dan melibatkan Hartoko Budhiono Foundation beserta elemen masyarakat seperti BEM STIEAMA Salatiga, BaraJP Kota Salatiga, SMUD dan lainya. Kamis (31/03/2022)

Eko Purnomo koordinator Hartoko Budhiono Foundation wilayah Sidorejo menjelaskan kegiatan bersih masjid ini dilakukan bersama sama ”Kegiatan bersih-bersih masjid kali ini sebagai penutup sebelum Ramadhan tiba, Insyaallah setelah lebaran kegiatan akan kita lanjutkan lagi, ini sebagai bentuk pertisipasi menyambut datangnya bulan Ramadhan” terang Eko.

Pihaknya berharap semoga kegiatan ini bermanfaat bagi Kota Salatiga, khususnya warga Domas,RT 04/RW 08, Kota Salatiga.

Sujadi, takmir Masjid Attohiriyah mengucapkan terimakasih kepada PCNU Salatiga dan Hartoko Budhiono Foudation serta seluruh pihak yang terlibat dalam aksi bersih masjid Jelang Ramadhan kali ini

BACA JUGA :

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved