URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang melakukan inspeksi mendadak ke SD Plus Tahfizhul Quran (PTQ) Smart Kids di Perum Depot Palan, Karangjati, Bergas pada Kamis, 17 Juli 2025, dan menemukan bahwa sekolah tersebut belum mengantongi izin operasional meski telah menerima siswa baru.

Mbak Google

KABAR RASIKA

SD PTQ Smart Kids Bergas Tak Kantongi Izin Operasional, Dewan Pendidikan: Harus Tutup! Demi Selamatkan Nasib Murid

SD PTQ Smart Kids Bergas Tak Kantongi Izin Operasional, Dewan Pendidikan: Harus Tutup! Demi Selamatkan Nasib Murid

SD PTQ Smart Kids Bergas Tak Kantongi Izin Operasional, Dewan Pendidikan: Harus Tutup! Demi Selamatkan Nasib Murid

SD PTQ Smart Kids Bergas diketahui tak memiliki izin operasional. Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang meminta untuk menutup sekolah tersebut. Foto: win
SD PTQ Smart Kids Bergas diketahui tak memiliki izin operasional. Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang meminta untuk menutup sekolah tersebut. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Dasar (SD) Plus Tahfizhul Quran (PTQ) Smart Kids yang berada di Perum Depot Palan, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Bergas, Kamis (17/7/2025). Hasil sidak menunjukkan sekolah tersebut tak mengantongi izin operasional meski sudah menerima siswa baru.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, menyampaikan saat ini SD PTQ Smart Kids baru memiliki izin pendirian, namun belum memenuhi syarat luas lahan untuk memperoleh izin operasional. Sesuai aturan, sekolah dasar minimal harus memiliki lahan seluas 3.000 meter persegi. Sementara lahan SD PTQ Smart Kids hanya seluas 200 meter persegi dan tidak memiliki sarana olahraga dan lapangan upacara yang memadai.

“Kami hadir untuk memberi masukan dan menyelamatkan masa depan anak didik kelas 1, 2, dan 3. Kami sarankan agar mereka disalurkan ke sekolah lain, karena saat ini mereka belum terdaftar di Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga nantinya tidak bisa memperoleh ijazah,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah penutupan sekolah harus dilakukan sambil menunggu pihak yayasan menyiapkan lahan yang lebih representatif. Lokasi sekolah yang berada di tengah permukiman juga memicu pro dan kontra dari warga sekitar.

Tak hanya itu, menurut Joko SD tersebut juga telah mengabaikan surat peringatan dari Dinas Pendidikan yang melarang penerimaan siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025. Faktanya, sekolah ini telah menerima murid sejak Desember 2024.

“Ini menjadi bagian dari pembinaan agar ke depan semua bisa lebih tertib. Kalau untuk TK, masih memungkinkan karena sesuai dengan kapasitas lahannya. Kami sarankan agar TK tetap berjalan, sedangkan SD ditutup,” tegasnya.

Jumlah siswa di sekolah tersebut saat ini mencapai sekitar 90 anak, terdiri dari kelas 1, 2, dan 3. Dewan Pendidikan menawarkan solusi penyaluran siswa ke sekolah terdekat seperti SD Cahaya Umat yang masih memiliki tiga rombongan belajar (rombel), atau SD Muhammadiyah Ambarawa yang masih kekurangan murid.

“Kami beri tenggat sampai awal tahun ajaran baru ini. Kalau sampai pertengahan, akan sulit memasukkan data siswa ke Dapodik. Tahun ini menjadi tahun terakhir penerimaan siswa baru di sekolah itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD PTQ Smart Kids, Purwaningsih mengatakan pihaknya menerima masukan dari Dewan Pendidikan dan siap menindaklanjutinya dengan menyampaikan kepada dewan guru dan orang tua murid.

“Seluruh anak sudah memiliki NISN, tinggal diaktifkan. Untuk ijazah juga bukan masalah sekarang karena kami belum memiliki siswa kelas 6. Kami targetkan sebelum ada siswa kelas 6, sudah bisa masuk ke Dapodik,” urainya.

Ia juga menyebut bahwa berdasarkan standar pemerintah, setiap anak setidaknya memiliki ruang gerak seluas 2 meter persegi. Saat ini ruangan kelas berisi maksimal 20 siswa. Upacara bendera selama ini tetap dilaksanakan di halaman sekolah.

“Orang tua murid banyak yang mendorong agar setelah TK dibuka SD juga. Kami sudah koordinasi dengan Korwil sejak awal dan dipersilakan sambil berjalan,” jelasnya. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved