KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sejumlah Pabrik Tahu di Domas Salatiga Tetap Bertahan Ditengah Mahalnya Harga Kedelai

Sejumlah Pabrik Tahu di Domas Salatiga Tetap Bertahan Ditengah Mahalnya Harga Kedelai

Sejumlah Pabrik Tahu di Domas Salatiga Tetap Bertahan Ditengah Mahalnya Harga Kedelai

Hingga saat ini harga kedelai masih tinggi, bahkan eceran dipasaran mencapai kisaran Rp 12 ribu per kilo. Bila pemerintah tidak segera turun tangan untuk menstabilkan harga seperti sebelumnya di kisaran Rp 9 ribu, maka akan banyak perajin tahu tempe di Salatiga yang gulung tikar.

“ Saat ini saja sudah ada sekitar 25 hingga 30 persen perajin tahu tempe yang tergabung dalam primer koperasi tahu tempe ( Primkopti) Salatiga sudah gulung tikar, dari jumlah anggota sekitar 140-an,” ujar Ketua Pusat Koperasi Tahu Tempe ( Puskopti) Jawa Tengah Sutrisno Supriyantoro.

Sutrisno menambahkan, harga kedelai saat ini sudah bukan naik lagi, namun sudah ganti harga dan ini sangat memberatkan para peajin tahu tempe. “ Harga stabil dulu Rp 8500 per kilonya, awal Januari mulai merangkak naik hingga awal bulan April ini di kisaran Rp 12 ribu per kilo. Ini sangat berat bagi perajin,” imbuh Sutrisno yang juga Ketua Primer Koperasi Tahu Tempe ( Primkopti) Salatiga ini.

Sutrisno meminta kepada pemerintah pusat dan juga daerah agar membantu kepada para perajin tempe tahu yang kondisinya kini banyak yang gulung tikar karena kenaikan harga kedelai ini. “ Kenaikan harga kedelai ini fluktuasi tidak terduga, Pagi naik, sore naik lagi. Sehingga untuk perajin, hari ini mungkin bisa buat tempe dengan bahan 20 Kg, besoknya lagi belum tentu belum bisa membuat sebanyak itu. Karena tidak bisa untuk kulakan lagi,” imbuhnya.

Dengan kondisi harga seperti ini yang dimulai sejak bulan Januari, lanjut Sutrisno, maka pedagang tidak kuat lagi untuk produksi.” Untuk itu saya minta kepada pemerintah untuk segera menstabilkan harga agar terjangkau. Dimana para perajin mampu membeli kedelai,” katanya.

Sutrisno juga sudah melayangkan surat ke pemerintah pusat terkait tingginya harga kedelai tersebut dan dijanjikan akan dibantu dengan subsidi. Namun hingga kini belum terealisasi.

“ Ini sudah mendesak, lebih-lebih ini menjelang bulan puasa sehingga pemerintah harus turun tangan mesntabilkan harga. Bila tidak segera, kami selaku pengurus sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Artinya para perajin akan demo. Kami sudah tidak kurang meminta perajin bersabar. Namun bila pemerintah tidak segera turun tangan menstabilkan harga, saya sudah tidak bisa mencegah (demo) lagi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan sebelumnya salah seorang perajin tahu di Kalitaman Sunarto (60) mengatakan, kenaikan harga kedelai saat ini sangat memberatkan perajin.” Itu sangat memberatkan kami sebagai perajin tahu. Kami dilematis, kalau harga kita naikkan tidak mungkin, nanti tidak laku, ya caranya kita kurangi ukurannya. Itu pun kita untungnya mepet sekali,” keluhnya.

Sunarto mengatakan, saat ini jumlah perajin tahu dan tempe di Salatiga yang selama ini bergantung kepada bahan baku kedelai sekitar seratusan lebih perajin. “ Kami berharap harga kembali stabil seperti semula, sehingga kami bisa produksi normal kembali,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]