URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Doni Prasetyo menggelar ritual jamasan puluhan keris di rumahnya di Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, pada malam 1 Suro sebagai tradisi tahunan perawatan pusaka. Dengan membersihkan bilah keris menggunakan jeruk nipis dan air kembang yang disertai doa, tradisi ini dilakukan untuk merawat, menghormati, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Doni sedang ritual bersihkan Benda Pusaka
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Aroma dupa menyambut siapa saja yang memasuki rumah Doni Prasetyo di kawasan Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga. Di ruang tamu rumah sederhana itu, puluhan keris berjajar rapi. Bilah-bilah logam berusia puluhan hingga ratusan tahun itu menunggu giliran menjalani ritual jamasan pada malam 1 Suro.

Di atas meja, sebuah bambu berisi air kembang telah disiapkan. Di sampingnya, tumpukan jeruk nipis menjadi perlengkapan utama dalam prosesi yang dilakukan setiap tahun tersebut. Asap dupa perlahan mengepul, menambah suasana khidmat yang menyelimuti ruangan.

Usai salat Isya, Doni mulai bekerja. Dengan telaten ia mengambil satu per satu keris dari sarungnya. Jeruk nipis dibelah, lalu digosokkan perlahan ke permukaan bilah. Cairan asam dari buah itu dipercaya mampu meluruhkan kotoran sekaligus mengembalikan kilau logam keris yang mulai kusam.

Setiap lekuk bilah dibersihkan dengan cermat. Sesekali Doni mengusap bagian tertentu untuk memastikan tidak ada noda yang tertinggal. Setelah proses pembersihan selesai, keris dicuci menggunakan air kembang yang telah disiapkan sejak awal.

Bagi sebagian orang, jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka. Ada doa-doa yang mengiringi setiap tahapan. Doni pun memanjatkan doa saat prosesi berlangsung, memohon keselamatan dan kebaikan bagi pemilik pusaka.

Di hadapannya, para pemilik keris duduk bersila memperhatikan jalannya ritual. Mereka menunggu dengan sabar ketika pusaka milik masing-masing dibersihkan. Sesekali percakapan ringan terdengar, namun suasana tetap terasa khusyuk.

Malam semakin larut. Satu per satu keris selesai dijamas dan dikembalikan kepada pemiliknya. Namun pekerjaan Doni belum usai. Masih ada puluhan keris lain yang menanti giliran.

Tradisi yang dijalani setiap malam 1 Suro itu menjadi pengingat bahwa bagi sebagian masyarakat Jawa, keris bukan hanya benda bersejarah. Ia adalah warisan budaya yang dirawat, dihormati, dan dijaga keberadaannya dari generasi ke generasi.

Hingga menjelang tengah malam, aroma dupa masih memenuhi ruangan. Di bawah temaram lampu rumah, Doni terus menuntaskan pekerjaannya, merawat pusaka-pusaka yang bagi pemiliknya menyimpan jejak sejarah, kenangan, dan nilai budaya yang tak ternilai.

Liputan Reporter Arief Syarifudin

BACA JUGA :

Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur
Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Sanggar Budaya Condrowinoto di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, menggelar pementasan ketoprak bertajuk Sang Kusuma Wilis pada Jumat (26/6/2026) malam sebagai ujian kenaikan tingkat bagi 80 siswa. Pementasan yang mengangkat perjuangan Nyi Ageng Serang ini menjadi media pembelajaran budi pekerti Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya dan membentuk karakter generasi muda berlandaskan nilai-nilai Nusantara.
Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak "Sang Kusuma Wilis"
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Sebanyak 12 gunungan hasil bumi dikirab warga RW 04 Kelurahan Tegalrejo, Kota Salatiga, dalam tradisi Grebeg Malam 1 Sura menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar sebagai wujud syukur kepada Tuhan ini diisi doa bersama dan kirab gunungan yang melambangkan harapan akan kesehatan, keberkahan, kelimpahan rezeki, serta kerukunan bagi masyarakat.
Arak Gunungan, Warga Tegalrejo Salatiga Berharap dapat Berkah
Sebanyak 11.800 peserta dari sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan organisasi masyarakat memeriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kota Salatiga, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang disambut Wali Kota Salatiga Robby Hernawan ini digelar untuk memperkuat syiar Islam, kebersamaan, dan toleransi melalui pawai dengan beragam atribut, kendaraan hias, serta penampilan seni Islami yang menyedot antusiasme warga.
Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Tahun Baru Islam di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut