KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Malam 1 Suro, Doni Bersihkan Puluhan Benda Pusaka. Maknanya Dalam

Doni sedang ritual bersihkan Benda Pusaka

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Aroma dupa menyambut siapa saja yang memasuki rumah Doni Prasetyo di kawasan Butuh, Kutowinangun Lor, Kota Salatiga. Di ruang tamu rumah sederhana itu, puluhan keris berjajar rapi. Bilah-bilah logam berusia puluhan hingga ratusan tahun itu menunggu giliran menjalani ritual jamasan pada malam 1 Suro.

Di atas meja, sebuah bambu berisi air kembang telah disiapkan. Di sampingnya, tumpukan jeruk nipis menjadi perlengkapan utama dalam prosesi yang dilakukan setiap tahun tersebut. Asap dupa perlahan mengepul, menambah suasana khidmat yang menyelimuti ruangan.

Usai salat Isya, Doni mulai bekerja. Dengan telaten ia mengambil satu per satu keris dari sarungnya. Jeruk nipis dibelah, lalu digosokkan perlahan ke permukaan bilah. Cairan asam dari buah itu dipercaya mampu meluruhkan kotoran sekaligus mengembalikan kilau logam keris yang mulai kusam.

Setiap lekuk bilah dibersihkan dengan cermat. Sesekali Doni mengusap bagian tertentu untuk memastikan tidak ada noda yang tertinggal. Setelah proses pembersihan selesai, keris dicuci menggunakan air kembang yang telah disiapkan sejak awal.

Bagi sebagian orang, jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka. Ada doa-doa yang mengiringi setiap tahapan. Doni pun memanjatkan doa saat prosesi berlangsung, memohon keselamatan dan kebaikan bagi pemilik pusaka.

Di hadapannya, para pemilik keris duduk bersila memperhatikan jalannya ritual. Mereka menunggu dengan sabar ketika pusaka milik masing-masing dibersihkan. Sesekali percakapan ringan terdengar, namun suasana tetap terasa khusyuk.

Malam semakin larut. Satu per satu keris selesai dijamas dan dikembalikan kepada pemiliknya. Namun pekerjaan Doni belum usai. Masih ada puluhan keris lain yang menanti giliran.

Tradisi yang dijalani setiap malam 1 Suro itu menjadi pengingat bahwa bagi sebagian masyarakat Jawa, keris bukan hanya benda bersejarah. Ia adalah warisan budaya yang dirawat, dihormati, dan dijaga keberadaannya dari generasi ke generasi.

Hingga menjelang tengah malam, aroma dupa masih memenuhi ruangan. Di bawah temaram lampu rumah, Doni terus menuntaskan pekerjaannya, merawat pusaka-pusaka yang bagi pemiliknya menyimpan jejak sejarah, kenangan, dan nilai budaya yang tak ternilai.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]