URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 Desa Cinta Statistik (Cantik) terbaik se-Indonesia tahun 2023. Penghargaan diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI dalam acara "Award Desa Cantik, Desa Cinta Statistik" di Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Senin, 4 Desember 2023.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Selamat!, Desa Delik Tuntang Raih Penghargaan 10 Desa Cantik Terbaik se-Indonesia

Selamat!, Desa Delik Tuntang Raih Penghargaan 10 Desa Cantik Terbaik se-Indonesia

Selamat!, Desa Delik Tuntang Raih Penghargaan 10 Desa Cantik Terbaik se-Indonesia

Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 Desa Cinta Statistik (Cantik) terbaik se-Indonesia tahun 2023. Penghargaan diberikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI dalam acara "Award Desa Cantik, Desa Cinta Statistik" di Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Senin, 4 Desember 2023.
Foto Arief Rasika
Kepala Desa Delik Punadi, bersama camat Tuntang Aris Setyawan, dan staf pemdes Delik berfoto dengan piagam dan penghargaan Desa Cantik 2023.
featured-img

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Desa Delik kecamatan Tuntang kabupaten Semarang akhirnya berhasil meraih award 10 Desa Cinta Statistik (Cantik) terbaik se-Indonesia tahun 2023.

Penghargaan diberikan dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI kepada 10 Desa Cantik Terbaik di tahun 2023, dalam acara yang bertajuk “Award Desa Cantik, Desa Cinta Statistik” di Hotel Ritz Carlton Jakarta Senin, 4 Desember 2023 lalu, oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB, dan Sekretaris Utama BPS RI, Atqo Mardiyanto, diterima langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Semarang, Dewi Trirahayuni dan Kepala Desa Delik, Punadi.

Program Desa Cantik BPS bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dan kelurahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan.

Saat ditemui rasikafm.com, kades Delik Punadi mengatakan jika pemanfaatan data dari desa cantik
ini salah satunya untuk perencanaan pembangunan di 2024, dimana program unggulan dari Delik adalah penangganan kesehatan, pendidikan, kemiskinan ekstrim dan lansia.

“Saat ini data pofo dan lainya sudah terdokumentasi secara lengkap, kominfo juga sudah membuatkan website, masyarakat bisa melihat secara langsung, termasuk mencermati penggunaan anggaran desa” ujar Punadi, kamis 7/12/2023 sore.

Punadi menceritakan sebelum lomba dimulai data dikumpulkan dari rt yang kemudian disetorkan ke desa melalui agen statistik yang dikumpulkan melalui parangkat desa, sehingga nantinya akan muncul data yang kini diprioritaskan oleh Pemdes Delik.

Menurut Punadi Penilaian yang dilakukan dari BPS sejak 2022 lalu, setelah lolos ditingkat kecamatan, kabupaten, propinsi kini juara ditingkat nasional.

Aris Setyawan, camat Tuntang mengaku bangga dengan apa yang diperoleh desa Delik, dimana bisa mewakili kabupaten Semarang ditingkat Nasional.

“Cukup membanggakan, desa Delik mendapat penghargaan tingkat nasional, semoga tahun depan bisa menjadi desa anti korupsi” kata Aris.

Menurut mantan Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dispermasdes Kabupaten Semarang ini, sebelumnya dari kecamatan Tuntang yang maju Desa Cantik ada 3, yakni desa Lopait, Kesongo dan Delik. Terakhir Delik bisa masuk 20 besar tingkat nasional, mewakili Jateng.

Aris menambahkan jika lomba ini baru pertama kalinya dari program BPS, dimana desa desa mulai dikenalkan dengan statistik, jika dulu ada anggapan program turun kedesa identik dengan pemberian bantuan, maka saat ini dengan adanya data desa yang lengkap akan menjadi pertimbangan pembanggunan.

“Didesa Delik misalnya, salah satu hasilnya adalah adanya program jambanisasi,karena masih ada warga yang BAB di jamban dan aliran sungai” tutup Aris Setyawan.

Seperti diketahui pada Rabu, 22 November 2023, Tim penilai Field Evaluation Program Desa Cantik dari BPS RI berkunjung langsung Desa Delik untuk melakukan penialaian dan pengecekan langsung terkait kegiatan Desa Cantik yang telah dilaksanakan di Desa Delik.

Adapun data yang telah dimanfaatkan oleh Desa Delik antara lain adalah data jambanisasi, data warga yang membutuhkan Pendidikan, data warga lanjut usia dan data warga miskin.

Selain Delik desa lainnya yang juga masuk dalam 10 Desa Cantik Terbaik 2023 antara lain Desa Kampung Gadang (Sumatra Barat), Desa bailanggu (Sumatera Selatan), Kelurahan Tahoa (Sulawesi Utara), Desa Cibeureum (Jawa Barat), Desa Bumiayu (Jawa Tengah), Desa SUmbersuko (Jawa Timur), Desa Wanasari (Bali), Desa Kalimantong (Nusa Tenggara Barat), dan Desa Mendupo (Kalimantan Utara).  (rief)

Kepala Desa Delik Punadi, saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara