KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Serbaindo Grup Gelar Wisuda Ke-10, Luncurkan Program Kerja Internasional di Tengah Badai PHK

Serbaindo Grup Gelar Wisuda Ke-10, Luncurkan Program Kerja Internasional di Tengah Badai PHK

Serbaindo Grup Gelar Wisuda Ke-10, Luncurkan Program Kerja Internasional di Tengah Badai PHK

93 lulusan LPK Serbaindo saat diwisuda. Sabtu 26/4/2025

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) SO Serbaindo menggelar Wisuda Ke-10 yang diikuti oleh 93 lulusan. di tengah situasi ekonomi nasional yang tengah dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Acara ini dihadiri oleh orang tua wisudawan, perwakilan dari Polres Salatiga, Kodim 411 Salatiga, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Salatiga, serta sejumlah kepala sekolah SMK dan tamu VIP dari berbagai instansi.

Selain itu, perwakilan dari cabang-cabang LSI Grup seperti Nadulang Serbaindo, LSI Tegal, Semarang, Magelang, Cirebon, Gunkid, serta 12 cabang lainnya turut hadir secara daring bersama lebih dari 50 mitra nasional.

CEO Serbaindo Grup, Papi Iman, menyampaikan bahwa peluang kerja ke Jepang yang ditawarkan pihaknya menjadi solusi strategis di tengah prediksi badai PHK yang diperkirakan terjadi pada 2025 hingga 2026. Menurutnya, terdapat 1.200 lowongan kerja di Jepang yang tersedia tahun ini bagi tenaga kerja asal Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Serbaindo Grup juga menandatangani kerja sama strategis dengan Nadulang Cruise Line Training Center. Kerja sama ini membuka jalur karier baru di industri kapal pesiar dengan gaji yang menjanjikan, yakni antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan. Sebanyak 3.500 tenaga kerja dibutuhkan untuk penempatan hingga tahun 2030, terutama di wilayah Eropa.

Menariknya, para peserta program kerja internasional ini juga dapat menempuh kuliah S1 secara daring sehingga pengalaman kerja di luar negeri dapat diiringi dengan peningkatan jenjang pendidikan.

“Kami berharap, melalui program ini, generasi muda Indonesia dapat memperoleh pengalaman internasional, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi pada pembangunan bangsa,” ujarnya.

Melalui berbagai inovasi dan program pengembangan sumber daya manusia, Serbaindo menegaskan komitmennya sebagai jembatan bagi pemuda Indonesia untuk meraih peluang global dengan kompetensi bertaraf internasional.

Papi Iman saat diwawancarai Rasika

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]