[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sensasi melewati gerbang tol tanpa taping kartu telah diterapkan di tol Semarak (Semarang-Demak) sejak awal Juli, dan semakin banyak pemilik kendaraan yang mengadopsi teknologi ini. Direktur Utama PT PP Semarang Demak, Siswantono, menjelaskan kepada Radio Rasika saat talk show pada Senin (15/7/2024) bahwa pemilik kendaraan cukup mendaftar melalui website atau datang langsung ke kantor PPSD tol Semarang-Demak untuk pendaftaran dan pemasangan stiker khusus.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tol Semarang Demak Punya “LOS”, Teknologi Transaksi di Gerbang Tanpa Tempel Kartu

Tol Semarang Demak Punya “LOS”, Teknologi Transaksi di Gerbang Tanpa Tempel Kartu

Tol Semarang Demak Punya “LOS”, Teknologi Transaksi di Gerbang Tanpa Tempel Kartu

Direktur PT. PPSD Tol Semarang Demak (tengah)

Rasika FM – Sensasi lewat di gerbang tol tanpa taping kartu sudah diterapkan di tol Semarak (Semarang-Demak) sejak awal juli lalu, hingga saat ini pemilik kendaraan sudah makin banyak mengadopsi teknologi ini.

Direktur Utama PT.PP Semarang Demak Siswantono kepada Radio Rasika saat Talk show pada senin (15/7/2024) di studio Rasika mengatakan, “Pemilik kendaraan cukup mendaftar melalui website atau datang langsung ke kantor PPSD tol Semarang-Demak untuk pendaftaran dan pemasangan stiker yang dirancang khusus”.

LOS (Lajur Otomatis Tol Semarang Demak) adalah teknologi karya anak bangsa, saat ini hanya digunakan untuk kendaraan yang melintas di tol Semarak saja, yang bisa digunakan untuk kendaraan pribadi maupun kendaraan golongan II dan golongan III, baik perorangan atau Corporate.

Benefit yang didapatkan adalah bonus kuota trip, misalnya paket 2 minggu dengan kuota trip 22 kali, akan mendapat bonus trip 2kali.

Benefit bagi yang berlangganan untuk golongan 1 untuk 1 bulan dengan harga normal Rp.957.000 menjadi Rp.886.000, maka keuntungan sebesar Rp.71.000 dan sebagainya.

“untuk informasi lebih lengkap hubungi saja telpon 085 864 404 636” tukas Siswantono. (hrs)

BACA JUGA :

Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan

Leave a Comment

Leave a Comment

[nama-tag]

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

[podcast_widget limit="1" show_load_more="5"]

POPULER

Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

[pekok2]