URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Dalam media briefing di Semarang, Kamis (25/6/2026), BI mengungkap hingga 31 Mei 2026 Indonesia Anti-Scam Centre menerima 579.459 laporan penipuan digital, sehingga masyarakat diminta segera melapor jika menjadi korban agar peluang penyelamatan dana lebih besar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Uang Hasil Kerja Bertahun-tahun Bisa Lenyap dalam Hitungan Menit, BI Jateng Ingatkan Bahaya Scam Digital

Uang Hasil Kerja Bertahun-tahun Bisa Lenyap dalam Hitungan Menit, BI Jateng Ingatkan Bahaya Scam Digital

Uang Hasil Kerja Bertahun-tahun Bisa Lenyap dalam Hitungan Menit, BI Jateng Ingatkan Bahaya Scam Digital

M Noor Nugroho, Kepala KPw BI Jateng, Masyarakat diminta waspada kejahatan penipuan digital (Scam)
M Noor Nugroho, Kepala KPw BI Jateng, Masyarakat diminta waspada kejahatan penipuan digital (Scam)
featured-img

SEMARANG – Tingginya angka penipuan digital di Indonesia masih menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menilai peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kerugian yang terus muncul akibat berbagai modus scam yang semakin berkembang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan kerugian akibat penipuan digital tidak bisa dianggap sepele. Dana yang dicuri pelaku umumnya merupakan tabungan atau hasil usaha yang dikumpulkan masyarakat dalam waktu yang tidak singkat.

“Uang yang hilang itu merupakan hasil kerja keras masyarakat selama bertahun-tahun. Ketika dana tersebut berhasil diambil pelaku, kerugiannya sangat besar bagi korban,” ujarnya saat media briefing di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) per 31 Mei 2026, tercatat sebanyak 579.459 laporan penipuan digital telah diterima dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak lembaga tersebut mulai beroperasi pada November 2024, jumlah rekening yang dilaporkan terkait dugaan tindak penipuan mencapai 998.558 rekening.

Dari total laporan tersebut, sebanyak 515.554 rekening berhasil diblokir untuk mencegah perpindahan dana lebih lanjut. Selain itu, 120.115 nomor telepon yang diduga digunakan pelaku juga telah ditindaklanjuti.

IASC mencatat nilai dana yang berhasil diamankan mencapai Rp638,9 miliar. Namun, dana yang berhasil dipulihkan dan dikembalikan kepada korban baru sebesar Rp169,3 miliar.

Menurut Noor, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan pelaporan ketika masyarakat menyadari telah menjadi korban penipuan.

“Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana bisa diselamatkan. Sebaliknya, jika terlambat, uang tersebut bisa langsung berpindah ke berbagai rekening lain atau bahkan dialihkan ke aset digital yang lebih sulit dilacak,” jelasnya.

Secara nasional, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan jumlah laporan penipuan digital terbanyak, yakni mencapai 464.502 kasus. Jawa Tengah sendiri menempati posisi keempat sebagai provinsi dengan laporan penipuan tertinggi.

Sepanjang periode tersebut, warga Jawa Tengah melaporkan sebanyak 69.402 kasus penipuan digital. Jumlah itu berada di bawah Jawa Barat yang mencatat 119.750 laporan dan Jawa Timur sebanyak 81.649 laporan.

Beragam modus digunakan pelaku untuk menjebak korban. Penipuan transaksi belanja online menjadi yang paling dominan dengan 77.740 laporan. Selain itu, praktik impersonation atau penyamaran dengan mengatasnamakan lembaga tertentu melalui telepon palsu tercatat sebanyak 47.260 kasus.

Modus lainnya meliputi penipuan investasi dengan 28.649 laporan, penipuan berkedok lowongan pekerjaan sebanyak 23.910 kasus, serta penipuan melalui media sosial yang mencapai 20.469 kasus.

Noor menegaskan bahwa korban penipuan digital berasal dari berbagai kalangan, sehingga tidak ada jaminan seseorang aman hanya karena memiliki tingkat pendidikan atau pengetahuan yang tinggi.

“Pelaku terus mengembangkan cara baru untuk meyakinkan korban. Karena itu, masyarakat harus selalu berhati-hati ketika menerima telepon, pesan, tautan, maupun tawaran yang terlihat mencurigakan,” katanya.

Bank Indonesia Jawa Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri perbankan, aparat penegak hukum, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat edukasi perlindungan konsumen serta literasi keuangan digital.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan dugaan penipuan kepada Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang penyelamatan dana korban semakin besar.

Di tengah pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat, kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam mencegah kerugian akibat kejahatan siber yang kian kompleks

BACA JUGA :

Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Bank Indonesia memperkuat sistem pembayaran digital nasional melalui pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan perluasan QRIS. Hingga Juni 2026, pengguna QRIS mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 juta merchant, yang 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Sepanjang semester I-2026, transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar dengan nilai Rp1,12 kuadriliun.
Kartu Kredit Indonesia Hadir, Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Nasional
Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat...
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 25 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang 24,2°C, kelembapan 85%, dan angin timur 4 km/jam. Kondisi berpotensi berubah menjadi berawan pada sore hingga awal malam.
25 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Waspada Karhutla
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 25 Agustus 2026, didominasi cerah hingga berawan. Observasi pukul 05.30 WIB mencatat suhu Semarang...
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis...
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya...
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan...

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga