KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Hadiri Perayaan 20 Tahun Sister Province antara Jawa Tengah dan Fujian

Wali Kota Semarang Hadiri Perayaan 20 Tahun Sister Province antara Jawa Tengah dan Fujian

Wali Kota Semarang Hadiri Perayaan 20 Tahun Sister Province antara Jawa Tengah dan Fujian

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri perayaan 20 tahun hubungan sister province antara Provinsi Jawa Tengah dan Fujian, dan menandatangani MoU dengan Pemerintah Kota Fuzhou. Kerja sama ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan diharapkan dapat terus berlanjut.
Foto: dok. Pemkot Semarang
Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri perayaan 20 tahun terjalinnya hubungan sister province (provinsi kembar) antara Provinsi Jawa Tengah dan Fujian, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (10/5/2023).

Semarang – Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menghadiri perayaan 20 tahun terjalinnya hubungan sister province (provinsi kembar) antara Provinsi Jawa Tengah dan Fujian, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (10/5/2023). Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Semarang dengan Pemerintah Kota Fuzhou.

“Hari ini ada kehadiran dari Provinsi Fujian-Tiongkok dan Jawa Tengah. Dan untuk kotanya ada Kota Fuzhou dan Kota Semarang. Seperti tadi yang sudah disampaikan Pak Gubernur untuk melakukan kegiatan kerja sama ini dari segi ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain yang tentu akan segera ditindaklanjuti,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Pemerintah Kota Semarang telah menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Kota Fuzhou guna penjajakan kerja sama di berbagai bidang pemerintahan antara kedua kota untuk kemajuan bersama. Penjajakan tersebut berlanjut pada penandatanganan MoU hari ini.

“Kami dari Pemkot Semarang menerima undangan di mana di sana sedang diadakan festival terkait dengan pariwisata. Kita harapkan bisa terjadi tukar menukar pengetahuan tentang pariwisata dan kebudayaan. Kita bisa saling melakukan pertukaran ilmu-ilmu, misal di sana tidak ada kami bisa support atau sebaliknya di sana ada di kami tidak ada, bisa disupport,” tutur wali kota perempuan pertama di kota Semarang tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan kepuasannya atas hasil kerja sama dengan Provinsi Fujian selama ini. Pemerintah Provinsi Fujian juga banyak memberikan bantuan kepada Provinsi Jawa Tengah saat pandemi Covid-19 tengah melanda Indonesia. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut.

“Kerjasama antara Jawa Tengah dan Fujian menjadi sangat berarti sebagai kerja sama yang membawa nilai-nilai kemanusiaan. Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih,” tandas Ganjar.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px