URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satuan Reskrim Polres Salatiga berhasil menangkap seorang pemuda warga Pandean Ngablak Magelang yang diduga sebagai pelaku peredaran uang palsu. Pelaku diamankan karena diduga mengedarkan uang palsu saat membayar COD (Cash On Delivery) satu unit Handphone Samsung A32 di Perempatan Kecandran Sidomukti Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Ngablak Diamankan Satreskrim Polres Salatiga Pasca COD Handphone dengan Uang Palsu

Warga Ngablak Diamankan Satreskrim Polres Salatiga Pasca COD Handphone dengan Uang Palsu

Warga Ngablak Diamankan Satreskrim Polres Salatiga Pasca COD Handphone dengan Uang Palsu

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Satuan Reserse Kriminal Polres Salatiga telah menangkap seorang pemuda yang berasal dari Pandean Ngablak, Magelang dengan inisial AE pada Sabtu, 12 Maret 2023. Pemuda tersebut diduga sebagai pelaku mengedarkan uang palsu ketika membayar COD (Cash On Delivery) satu unit Handphone Samsung A32 di Perempatan Kecandran Sidomukti Kota Salatiga.

Kronologis penangkapan pelaku diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Arifin Suryani. Pada Sabtu malam, 12 Maret 2023, Unit Reskrim Polres Salatiga menerima aduan dari salah seorang pemilik konter Handphone di daerah Kecandran Salatiga terkait adanya tindak pidana uang palsu dalam transaksi pembelian HP Samsung dengan nominal yang telah disepakati sebesar Rp. 2.600.000,- (dua juta enam ratus ribu rupiah).

Setelah tutup toko dan kembali ke rumah, pemilik konter Handphone mencurigai adanya uang palsu sejumlah Rp 1.150.000,- (satu juta seratus lima puluh ribu rupiah) ketika menghitung uang hasil penjualan Handphone.

Berdasarkan aduan tersebut, anggota Unit Resmob Polres Salatiga segera melakukan penyelidikan dan berhasil memancing pelaku untuk melakukan transaksi handphone yang diunggah melalui Media Sosial Facebook di Parkiran Mall Pelayanan Publik depan Saloka Park.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap pelaku, ditemukan uang palsu sebanyak 24 lembar dalam tas pelaku. Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di tempat kos milik pelaku yang berada di daerah Magelang, banyak pecahan uang palsu sebesar 50.000 dan alat yang digunakan untuk membuat uang palsu ditemukan.

Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan, S.I.K melalui Kasubbag Humas Iptu Henri Widyoriani, SH membenarkan kejadian tersebut.

Pelaku peredaran dan pembuatan uang palsu telah berhasil diamankan oleh Jajaran Satreskrim Polres Salatiga. Saat ini, pelaku dan barang bukti sedang diperiksa oleh penyidik Polres Salatiga guna dilakukan langkah penyelidikan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Arifin Suryani, saat menjelaskan kronologis tersangka Upal.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan