Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi pasang laut di wilayah Semarang dan pesisir utara Jawa Tengah masih berada pada kategori cukup tinggi pada Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan data prakiraan pasang surut harian, tinggi muka air laut pada dini hari berada di kisaran 0,3 meter pada pukul 01.00–02.00 WIB. Muka air laut kemudian meningkat secara bertahap menjadi 0,5 meter pada pagi hari dan mencapai 0,7–0,8 meter menjelang siang.
BMKG memprakirakan pasang maksimum mencapai 0,9 meter pada pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Periode tersebut menjadi fase tertinggi muka air laut sepanjang hari sebelum perlahan menurun pada sore hingga malam hari. Setelah pukul 15.00 WIB, tinggi muka air laut diperkirakan turun menjadi 0,8 meter dan terus berkurang hingga kembali ke kisaran 0,3 meter menjelang tengah malam.
Rata-rata muka laut atau Mean Sea Level (MSL) tercatat berada di kisaran 0,6 meter. Pola pasang menunjukkan kenaikan signifikan sejak pagi menuju siang hari sehingga berpotensi memicu genangan rob di sejumlah kawasan pesisir rendah, terutama wilayah Semarang Utara, pelabuhan, kawasan tambak, akses jalan pesisir, dan daerah sekitar muara sungai yang terhubung langsung dengan Laut Jawa.
Selain prakiraan pasang surut, BMKG juga merilis kondisi cuaca maritim Perairan Semarang–Demak untuk periode 18–20 Mei 2026. Cuaca diprakirakan didominasi berawan tebal hingga berawan dengan potensi hujan ringan pada malam hari.
Suhu udara di wilayah perairan berkisar antara 27–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 74–87 persen. Angin bertiup dari arah barat hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 4–9 knot dan hembusan maksimum mencapai 17 knot.
BMKG memprakirakan arus laut bergerak ke arah barat hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 0,69–1,08 knot. Tinggi gelombang laut di perairan utara Jawa Tengah berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah hingga sedang. Pada beberapa periode, tinggi gelombang diperkirakan menurun ke kisaran 0,1–0,5 meter.
Kondisi tersebut masih relatif aman bagi aktivitas pelayaran lokal dan nelayan tradisional. Meski demikian, masyarakat pesisir diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca maritim serta potensi rob saat periode pasang maksimum siang hari yang dapat memengaruhi aktivitas di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Selasa, 19 Mei 2026 pic.twitter.com/PgfK0Y8gry
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 18, 2026
