Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan kondisi perairan Semarang–Demak dan Laut Jawa bagian selatan masih relatif kondusif pada Rabu, 27 Mei 2026. Meski demikian, masyarakat pesisir diminta mewaspadai periode pasang maksimum yang terjadi pada sore hari karena berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah.
Kondisi Maritim Terkini
Prakiraan cuaca maritim menunjukkan kondisi perairan Semarang–Demak didominasi cerah berawan hingga berawan tebal sejak pagi hingga malam hari. Hujan ringan berpotensi terjadi pada sekitar pukul 19.00 WIB sebelum kembali berawan tebal pada malam hingga dini hari.
Suhu udara berkisar 27–30 derajat Celsius dengan kelembapan relatif antara 74–86 persen. Kecepatan angin berada pada kisaran 3–7 knot dengan kecepatan maksimum atau gust mencapai 14 knot. Kondisi gelombang laut tergolong rendah dengan tinggi gelombang 0,1–0,5 meter, sehingga aktivitas pelayaran lokal dan perikanan skala kecil umumnya masih dapat berlangsung dengan normal.
Arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,69–1,11 knot, sementara prakiraan untuk 28–29 Mei menunjukkan arah arus dominan menuju barat daya (SW) dengan kecepatan 0,71–1,17 knot. Suhu permukaan laut diperkirakan mencapai 31 derajat Celsius.
Prakiraan Pasang Surut Harian
Berdasarkan grafik pasang surut harian Semarang, tinggi muka air laut terendah terjadi pada pukul 01.00–02.00 WIB sebesar 0,3 meter. Setelah itu, permukaan laut meningkat secara bertahap menjadi 0,6 meter pada pagi hari dan terus naik hingga siang.
Kenaikan signifikan mulai terlihat setelah pukul 13.00 WIB ketika tinggi muka air laut mencapai 0,8 meter. Pasang maksimum kemudian terjadi pada periode 15.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan ketinggian 0,9 meter, atau sekitar 0,3 meter di atas Mean Sea Level (MSL) 0,6 meter.
Memasuki malam hari, tinggi muka air laut berangsur turun menjadi 0,8 meter pada pukul 18.00 WIB, kemudian 0,7 meter pada pukul 19.00 WIB, hingga mencapai 0,2 meter menjelang tengah malam.
Pola pasang tersebut menunjukkan fase kenaikan muka air laut berlangsung sejak dini hari hingga sore, sebelum memasuki fase surut kembali pada malam hari.
Potensi Dampak dan Imbauan
Pasang maksimum pada sore hari berpotensi menyebabkan peningkatan genangan rob di kawasan pesisir rendah, tambak, akses pelabuhan, serta lingkungan permukiman yang berada dekat garis pantai di wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya. Potensi tersebut terutama perlu diperhatikan apabila terjadi hujan lokal atau hambatan aliran drainase menuju laut.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, operator pelabuhan, serta pelaku usaha perikanan untuk memperhatikan informasi pasang surut dan cuaca maritim terbaru. Pemantauan kondisi perairan secara berkala penting dilakukan guna mengantisipasi perubahan tinggi muka air laut dan aktivitas maritim di sepanjang pesisir Jawa Tengah.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Rabu, 27 Mei 2026 pic.twitter.com/MIjpZpucuv
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) May 26, 2026



