URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sedikitnya 556 wisudawan/wisudawati menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XVI Institut Agama Islam Negeri Salatiga, Sabtu (26/3/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

556 Ikuti Wisuda Terakhir IAIN Salatiga Dengan Status Institut

556 Ikuti Wisuda Terakhir IAIN Salatiga Dengan Status Institut

556 Ikuti Wisuda Terakhir IAIN Salatiga Dengan Status Institut

featured-img

Sedikitnya 556 wisudawan/wisudawati menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XVI Institut Agama Islam Negeri Salatiga, Sabtu (26/3/2022). Pada kesempatan tersebut, semua wisudawan/wisudawati diizinkan hadir secara langsung bersama dengan tamu undangan yang terdiri dari Wakil Dekan dan Wakil Direktur, Ketua dan Sekretaris Lembaga, Kepala Pusat dan UPT, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta Kepala Bagian yang ada di lingkungan IAIN Salatiga.

“Wisuda kali ini adalah wisuda luring terakhir sebelum IAIN Salatiga berganti status menjadi universitas. InsyaAllah wisuda berikutnya sudah jadi UIN,” ujar Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag.

Prof. Zakiyuddin meminta para wisudawan untuk merespon perubahan dan tantangan di era digital dengan sigap, “Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk terus belajar. Agar bisa beradaptasi dengan baik di tengah perubahan yang cepat ini, kita harus bersedia untuk terus memperbarui ilmu yang kita miliki, dengan begitu kita akan bisa survive.”

Lebih lanjut, Rektor IAIN Salatiga berpesan agar para wisudawan pintar memilih informasi yang banyak bertebaran di media sosial, “Era digital memberi kita banyak sumber ilmu. Kebebasan mengakses informasi ini harus disikapi dengan bijak. Pilihlah informasi yang baik dan bermanfaat.”

“Penting bagi kita untuk pintar mengatur waktu. Jangan sampai jatuh FOMO dan dikendalikan oleh gadget. Yang lebih penting, jangan sampai kita sibuk dengan gadget dan melupakan keadaan sekitar. Jadilah insan yang memiliki empati,” ujarnya kemudian.

“Anda semua adalah agen yang mempromosikan IAIN Salatiga. Tampil dengan baik, dan jaga nama baik almamater,” pungkas Prof. Zakiyuddin.

Ketua Panitia Wisuda, Prof. Dr. Saerozi, M.Ag., dalam laporannya menyebutkan bahwa pada wisuda ke-XVI tersebut ada sebanyak 18 wisudawan lulus dari program pascasarjana strata dua, dan 538 wisudawan lulus dari program sarjana strata satu.

Salah satu Wusudawan IAIN

“Wisudawan terbanyak periode kali ini datang dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan total 216 wisudawan. Disusul oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan total 149 wisudawan, Fakultas Dakwah dengan total 73 wisudawan, Fakultas Syariah dengan total 69 wisudawan, dan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora dengan total 31 wisudawan,” urai Prof. Saerozi.

Dari 556 mahasiswa yang diwisuda, 68% atau sebanyak 378 diantaranya adalah wisudawati dan sisanya adalah wisudawan. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan mengatakan bahwa IAIN Salatiga telah mewisuda sebanyak 17.158 mahasiswa yang tersebar di berbagai tempat, “Sejak masih berstatus sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga hingga hari ini, sudah ada sebanyak 17.158 orang yang lulus dari IAIN Salatiga.”

BACA JUGA :

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved