URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pendaki bernama Ferry Simangunsong (23) asal Sidikalang, Sumatera Utara, berhasil diselamatkan setelah tersesat saat menuruni lereng Gunung Ungaran. Insiden ini dialami oleh Ferry ketika ia melakukan pendakian seorang diri di wilayah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 2 April 2025. Ia tersesat akibat kondisi cuaca buruk disertai badai yang membuatnya kehilangan arah saat turun dari pos 5 menuju pos 2.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tersesat di Gunung Ungaran, Pendaki Asal Sumut Diselamatkan Dua Warga Lokal

Tersesat di Gunung Ungaran, Pendaki Asal Sumut Diselamatkan Dua Warga Lokal

Tersesat di Gunung Ungaran, Pendaki Asal Sumut Diselamatkan Dua Warga Lokal

Dua warga lokal yang membantu seorang pendaki Gunung Ungaran asal Sidikalang, Sumatera Utara yang tersesat saat hendak kembali ke basecamp Mawar, Rabu (2/4/2025). Foto: tangkapan layar IG @ferrybackpacker
Dua warga lokal yang membantu seorang pendaki Gunung Ungaran asal Sidikalang, Sumatera Utara yang tersesat saat hendak kembali ke basecamp Mawar, Rabu (2/4/2025). Foto: tangkapan layar IG @ferrybackpacker
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang pendaki asal Sidikalang, Sumatera Utara, Ferry Simangunsong (23), berhasil diselamatkan setelah tersesat di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ferry mengaku bersyukur lantaran mendapat pertolongan dari dua warga lokal saat mencari jalan turun dari gunung tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (2/4/2025), saat Ferry mendaki Gunung Ungaran seorang diri. Ia memutuskan untuk kembali turun setelah mencapai pos 5 karena kondisi cuaca yang memburuk dan disertai badai. Namun saat menuruni jalur dari pos 3 menuju pos 2, ia mengalami kebingungan dan menyadari bahwa dirinya telah tersesat.

“Awalnya saya merasa ada yang aneh karena jalur yang saya lalui saat turun terasa berbeda. Saya cek video pendakian sebelumnya, dan saya sadar posisi saya malah berada di sisi yang berlawanan dari jalur seharusnya,” ungkap Ferry saat dikonfirmasi, Rabu (16/4/2025).

Setelah menyadari kesalahan arah, ia mencoba kembali naik untuk mencari titik yang dikenalinya dari video dokumentasi pendakiannya. Namun, waktu sudah menjelang petang, dan ia terus berjalan dengan harapan dapat menemukan pos 3 tanpa kesalahan.

Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan dua warga lokal yang sedang pulang dari berkebun. Kedua warga tersebut kemudian membantunya menemukan rute yang benar untuk turun gunung.

“Puji Tuhan, mereka bersedia menemani dan menunjukkan jalan hingga saya bisa kembali ke jalur pendakian yang benar. Kami berpisah di bawah pos 1, mereka pulang ke rumah dan saya melanjutkan perjalanan pulang dengan selamat,” tuturnya.

Selama perjalanan, ia sempat merekam perbincangannya dengan warga tersebut. Dalam video tersebut, warga pria sempat bercerita tentang akar “rimang”, bagian dari cerita rakyat yang dipercaya bisa menyebabkan orang tersesat jika dilangkahi.

Sebagai bentuk terima kasih, Ferry mengabadikan momen itu dan menerima kenang-kenangan berupa bungkusan daun teh dari warga tersebut. Ia mengaku bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang baik selama perjalanannya.

“Saya sangat berterima kasih. Pengalaman ini tidak akan saya lupakan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan