URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Dusun Macan Mati, Desa Klepu, digemparkan peristiwa tragis seorang balita bernama Sakyla (3) yang hanyut di aliran irigasi Tinalun, Kamis (2/10/2025). Peristiwa bermula saat sandal korban hanyut, lalu ia terpeleset saat mencoba mengambilnya. Warga menemukan korban 45 menit kemudian dalam kondisi meninggal dunia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Miris! Bocah Tiga Tahun Meninggal Dunia Terseret Arus Saluran Irigasi Tinalun

Miris! Bocah Tiga Tahun Meninggal Dunia Terseret Arus Saluran Irigasi Tinalun

Miris! Bocah Tiga Tahun Meninggal Dunia Terseret Arus Saluran Irigasi Tinalun

Garis polisi terpasang di lokasi penemuan jenazah balita akibat terseret arus saluran irigasi Tinalun di wilayah Balong dari, Pringapus, Kamis (2/10/2025) petang. Foto: Humas Polres Semarang
Garis polisi terpasang di lokasi penemuan jenazah balita akibat terseret arus saluran irigasi Tinalun di wilayah Balong dari, Pringapus, Kamis (2/10/2025) petang. Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Dusun Macan Mati, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, digegerkan oleh peristiwa tragis meninggalnya seorang balita yang hanyut di aliran irigasi Tinalun, Kamis (2/10/2025) sore.

Korban diketahui bernama Sakyla (3), yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Saat itu, korban tengah bermain bersama seorang temannya di sekitar saluran irigasi sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Bergas AKP Harjono menjelaskan, peristiwa bermula ketika sandal korban hanyut terbawa arus. Korban kemudian berusaha mengambil sandal tersebut, namun terpeleset dan akhirnya terseret aliran irigasi.

“Korban bermain bersama temannya, kemudian sandal sebelah kanan milik korban hanyut. Saat mencoba mengambilnya, korban justru terpeleset ke dalam aliran irigasi,” terang Harjono saat dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).

Melihat kejadian itu, teman korban, Erinka (4), langsung memberitahukan kepada warga sekitar. Sejumlah warga kemudian melakukan pencarian. Sekitar pukul 17.45 WIB, korban berhasil ditemukan oleh warga bernama Ngatimin bersama sejumlah warga lain di wilayah Lingkungan Balongsari, Kelurahan Pringapus, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Menurut pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Pringapus, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal akibat tenggelam terbawa arus pada saluran irigasi.

“Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena terpeleset dan hanyut. Tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tambah Harjono.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di sekitar saluran irigasi atau lokasi lain yang berpotensi berbahaya. (win)

BACA JUGA :

8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi