URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kamar mandi SPBU Soka, Jalan Diponegoro No.173, Sidorejo Lor, Kota Salatiga, Sabtu (25/10/2025). Penemuan ini dilaporkan petugas kebersihan dan ditindaklanjuti cepat oleh Polsek Sidorejo bersama Polres Salatiga yang langsung olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD untuk visum.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mayat Tanpa Identitas Gemparkan Kawasan Area SPBU Soka

Mayat Tanpa Identitas Gemparkan Kawasan Area SPBU Soka

Mayat Tanpa Identitas Gemparkan Kawasan Area SPBU Soka

Polisi lakukan olah TKP penemuan mayat
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Petugas gabungan dari SPKT Polsek Sidorejo, Unit Reskrim, Unit Intelkam, serta Tim Identifikasi Polres Salatiga bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan seorang laki-laki meninggal dunia di area SPBU Soka, Jl. Diponegoro No. 173, Kelurahan Sidorejo Lor, Sidorejo, Kota Salatiga, pada Sabtu (25/10/2025)

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Sukimin, petugas kebersihan SPBU, yang sejak pagi curiga karena salah satu kamar mandi di area SPBU tidak kunjung terbuka. Sekitar pukul 07.00 WIB, ia mencoba membuka pintu namun terkunci dari dalam. Setelah dicek kembali pada pukul 09.00 WIB dan masih tertutup, akhirnya sekitar 11.30 WIB Sukimin melaporkan kepada Muhammad Fahmi Hikam (23), mahasiswa asal Kabupaten Semarang yang saat itu sedang berada di lokasi.

Melalui lubang ventilasi, saksi melihat seseorang dalam posisi telungkup di lantai kamar mandi dan tidak bergerak. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Basuki Setya Nugroho (31) selaku manajer SPBU Soka, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Sidorejo.

Menerima informasi tersebut, personel Polsek Sidorejo bersama Tim Inafis dan Unit Reskrim Polres Salatiga segera mendatangi lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian, korban ditemukan membawa tas berwarna cokelat dan dompet berisi sejumlah kartu identitas, yang saat ini masih dalam pendalaman petugas untuk memastikan identitas pasti korban.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Salatiga guna pemeriksaan medis dan visum oleh tim dokter.

Hingga saat ini, penyebab kematian belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak medis RSUD Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Veronica, M.Si. saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan identitas serta penyebab kematian korban.

“Kami sudah melakukan olah TKP bersama Tim Identifikasi dan berkoordinasi dengan RSUD Salatiga. Untuk identitas korban masih dalam penyelidikan, mengingat korban membawa sejumlah kartu identitas. Kami imbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri serupa agar segera menghubungi Polres Salatiga,” terang AKBP Veronica

Langkah cepat dan profesional petugas Polsek Sidorejo dan Polres Salatiga ini merupakan bentuk komitmen Polri Presisi dalam memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Kota Salatiga.

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon