KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

INDEF: Program B50 Perkuat Prospek Hilirisasi Sawit dan Tingkatkan Nilai Tambah

INDEF: Program B50 Perkuat Prospek Hilirisasi Sawit dan Tingkatkan Nilai Tambah

INDEF: Program B50 Perkuat Prospek Hilirisasi Sawit dan Tingkatkan Nilai Tambah

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai program B50 menjadikan komoditas sawit di Tanah Air memiliki prospek cerah terhilirisasi menjadi produk turunan lainnya yang memiliki nilai tambah tinggi.

Ia menyebut, kelapa sawit tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi, tetapi juga dapat dikembangkan untuk sektor lain seperti farmasi dan pangan.

“Menurut saya prospek sawit sangat cerah apalagi produk turunan sawit lebih dari 200 jenis. Tidak hanya bisa diolah menjadi energi tapi juga farmasi, makanan, dan lain-lain,” ujar Esther dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat hilirisasi sawit dengan mengembangkan berbagai produk turunan. Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem industri yang kuat agar mampu meningkatkan daya saing di pasar global.

“Indonesia punya peluang besar untuk terus menghilirisasikan sawit menjadi berbagai produk turunan sawit. Tapi paling penting adalah membangun ekosistemnya,” katanya.

Esther menjelaskan, strategi pengembangan ekspor produk turunan sawit perlu diarahkan pada diferensiasi produk. Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), tetapi perlu meningkatkan produksi barang bernilai tambah seperti sabun, deterjen, biodiesel, hingga pelumas.

Selain penguatan hilirisasi, Esther mendorong pelaku industri untuk memperhatikan standar mutu serta regulasi perdagangan internasional. Produk turunan sawit, khususnya yang masuk ke sektor pangan dan kosmetik, harus memenuhi standar keamanan serta keberlanjutan yang berlaku di pasar tujuan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan implementasi biodiesel B50 memberikan manfaat ekonomi nyata bagi negara sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Baca juga: Kementerian ESDM: Program B50 beri manfaat ekonomi nyata

Baca juga: Prabowo: Indonesia hentikan impor solar mulai Juli 2026

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia dalam pernyataan di Jakarta, Jumat menjelaskan, transformasi ini menandai era di mana kedaulatan energi nasional digerakkan langsung oleh komoditas domestik.

Melalui formula baru tersebut, katanya setiap liter solar yang dikonsumsi masyarakat, setengah porsinya kini berasal dari hasil bumi yang ditanam dan diproduksi langsung oleh petani lokal Indonesia.

Menurut dia, keterlibatan penuh komoditas dalam negeri ini diyakini akan memperkuat fundamental ketahanan energi nasional dalam menghadapi gejolak pasar global.

“Program B50 ini beri manfaat ekonomi nyata bagi negara. Implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun sepanjang tahun 2026. Penghematan itu modal penting untuk mendukung pembangunan dan memperkuat perekonomian nasional. Selain itu program ini ditargetkan mampu menciptakan hingga 2,1 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
[pekok2]