URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Siswa SDIT Nurul Islam Tengaran Terlihat Bahagia Saat Ikuti Uji Coba PTM Terbatas

Siswa SDIT Nurul Islam Tengaran Terlihat Bahagia Saat Ikuti Uji Coba PTM Terbatas

Siswa SDIT Nurul Islam Tengaran Terlihat Bahagia Saat Ikuti Uji Coba PTM Terbatas

featured-img
Keterangan foto: Sejumlah siswa kelas 5B SDIT Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di kelas, Senin (23/8/2021). Foto/ Arief Syarifudin

RASIKAFM – Ratusan siswa SDIT Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang terlihat bahagia saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Senin (23/8/2021).
Ratusan siswa sekolah tersebut terlihat antusias untuk mengikuti proses belajar mengajar di sekolah apalagi mereka sudah lama belajar secara daring.

Kepada rasikafm.com Wakil Kepala SDIT Nurul Islam Tengaran M. Isroni mengatakan, uji coba PTM terbatas dilakukan selama satu minggu terhitung senin 23 Agustus 2021. Selanjutnya, pihak sekolah menyesuaikan kebijakan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang.

“Apakah PTM terbatas nantinya akan dilanjutkan atau tidak, kami menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan (Disdikbudpora). PTM kami laksanakan sesuai instruksi Dinas Pendidikan,” katanya,

Isroni menjelaskan, dalam penerapan PTM terbatas, proses belajar mengajar di sekolah di ikuti 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Setiap kelas di SDIT Nurul Islam jumlah siswanya sebanyak 28 orang.

M. Isroni waka POMG SDIT Tengaran saat memberikan Keterangan media

“Jadi per kelas hanya 14 anak. Lainnya, tetap bisa mengikuti pelajaran secara daring di rumah masing-masing. Ini dilaksanakan secara bergantian, sehingga setiap siswa mengikuti PTM tiga kali dalam satu minggu,” terangnya.

Selama PTM terbatas, semua tenaga pendidik dan siswa wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. Tak hanya itu, aktivitas siswa juga dioptimalkan di dalam kelas. Bahkan saat jam istirahat siswa harus tetap berada di dalam kelas. Jika hendak ke kamar mandi, diizinkan secara bergantian.

Menurut Isroni, sebelum uji coba PTM terbatas diterapkan, pihak sekolah sudah meminta persetujuan dari orang tua siswa. Sekolah juga meminta izin kepada pemerintah desa setempat dan Satgas COVID-19. “Orang tua siswa memberikan izin anaknya sehingga PTM terbatas di sekolah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, para siswa SDIT Nurul Islam mengaku senang proses belajar mengajar bisa dilakukan secara tatap muka di sekolah. “Ya senang. Belajar di sekolah lebih enak. Sebab bisa menerima materi pelajaran dengan jelas. Kalau daring, terkadang ada gangguan sinyal sehingga tidak bisa menerima materi pelajaran dengan jelas,” kata Rizki Setiabudi salah seorang siswa( rief )

BACA JUGA :

Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga