RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sampai Minggu Ketiga Agustus, Vaksinasi Di Kota Salatiga Sudah Mencapai 90 Persen lebih

Sampai Minggu Ketiga Agustus, Vaksinasi Di Kota Salatiga Sudah Mencapai 90 Persen lebih

Sampai Minggu Ketiga Agustus, Vaksinasi Di Kota Salatiga Sudah Mencapai 90 Persen lebih

Walikota Salatiga dan Pimpinan Muhammadiyah Kota Salatiga saat memantau kegiatan Vaksinasi di SD Muhammadiyah Salatiga, Rabu 25/ 8

RASIKAFM – Pelaksanaan kegiatan Vaksinasi di Kota Salatiga saat ini sudah mencapai 91,71 %. Capain tersebut karena antusiasme masyarakat cukup tinggi.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto usai membuka vaksinasi 1000 vaksin kerjasama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga dengan Kodim 0714, di halaman SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Rabu (25/08/2021) menegaskan jika vaksinasi yang dilaksanakan berjumlah 1000 sasaran ini adalah bentuk wujud nyata kepedulian dan kontribusi bersama dalam menghadapi pandemi covid-19.

“ Alhamdullaih vaksinasi Kota Salatiga telah mencapai 91,71 %, melebihi target vaksinasi di Kota Salatiga. Tidak hanya orang salatiga saja melainkan orang dari luar kota juga di vaksin disini. Saat ini capaian Kota Salatiga sudah mencapai 208.794 suntikan yang diberikan kepada para lansia, petugas publik, masyarakat umum dan rentan, remaja, ibu hamil, disabilitas, juga tenaga kesehatan, baik dosis 1,2 maupun 3,” kata Wali Kota.

Dengan dilaksanakan kembali serangan vaksin ini diharapkan banyak pihak akan merasakan dampak positif, baik unsur dunia usaha, pendidikan, agama dan lainnya.

“ Vaksin ini sangat berperan dan berguna untuk semua masyarakat. Sehingga dengan upaya yang terus dilakukan maka akan memutus rantai penularan covid-19 di Salatiga. Anjuran 5 M-nya juga terus dilakukan ,” tambah Yuliyanto.

Ditambahkan untuk target, Yuliyanto menjelaskan bahwa pihaknya akan secepatnya melakukan vaksinasi. Adanya dukungan dari berbagai pihak justru akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kota Salatiga.

“ Kita akan lakukan secepatnya. Kita tunggu kiriman vaksin dari pemerintah pusat, apabila datang akan segera dikucurkan pada bulan September. Maka sasaran vaksin ini bisa disalurkan dengan cepat pula,” pungkas Wali Kota (rief)

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani