KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, meninjau langsung inovasi penanaman padi dalam pot (Padi Pot) di Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Rabu (9/9/2026). Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan lahan terbatas sekaligus memperkuat ketahanan pangan perkotaan.

Peninjauan dilakukan di sejumlah rumah warga, antara lain kediaman Bu Nunuk, Bu Sarofah, dan Ketua RT setempat, Agus Dipo Supriyono. Turut mendampingi Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Camat Argomulyo, serta Lurah Randuacir.

Robby mengapresiasi kreativitas dan semangat warga, khususnya para ibu rumah tangga, yang mampu membudidayakan padi di lahan terbatas. Menurutnya, hasil yang terlihat di sejumlah titik cukup menjanjikan. Tanaman padi tumbuh baik dengan bulir yang besar dan mulai memasuki masa panen.

“Pada sore hari ini saya berkesempatan melihat karya ibu-ibu menanam padi dalam pot. Ternyata hasilnya cukup baik, bulirnya besar-besar dan sebentar lagi sudah waktunya panen,” ujar Robby.

Dari hasil peninjauan, Robby juga melihat adanya perbedaan pertumbuhan tanaman di beberapa lokasi. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bahan evaluasi untuk menyamakan pola perawatan sehingga hasil Padi Pot ke depan dapat lebih optimal dan seragam.

Ia mendorong adanya penyamaan prosedur, mulai dari pengaturan paparan sinar matahari, kondisi media tanam, hingga pola penyemprotan biometa. Dengan pola perawatan yang lebih terukur, produktivitas Padi Pot diharapkan semakin baik.

“Kalau prosedurnya sudah sama, nanti kita sosialisasikan. Penyemprotan biometa cukup lima hari sekali dan tidak perlu menggunakan air. Insyaallah hasilnya akan lebih baik,” jelasnya.

Ke depan, Robby berharap Padi Pot tidak berhenti sebagai inovasi di sejumlah titik, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat. TP PKK Kota Salatiga akan didorong menjadi salah satu penggerak, dengan dukungan teknis dari Dinas Pangan dan Pertanian.

Selain melalui media pot, pemanfaatan lahan kering dan lahan yang belum produktif juga akan terus dikembangkan untuk mendukung produksi pangan di Kota Salatiga.

“Kita memang tidak mempunyai lahan yang luas, tetapi Insyaallah dengan inovasi dan gerakan bersama, ketahanan pangan Kota Salatiga, khususnya beras, bisa terus kita perkuat,” pungkas Robby optimis.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]