KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemprov Jateng Sudah Usulkan Kenaikan UMK ke Menaker

Pemprov Jateng Sudah Usulkan Kenaikan UMK ke Menaker

Pemprov Jateng Sudah Usulkan Kenaikan UMK ke Menaker

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Ratusan buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Tengah mendatangi Kantor Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menuntut agar Upah Minimum Kabutapen/Kota (UMK) di Jateng dinaikan menjadi 13%.

Tuntutan kenaikan UMK 13% yang diminta ini setelah adanya perhitungan yang dilakukan dengan melihat kondisi kenaikan kebutuhan pokok di Jateng. Rumusan kenaikan UMK 13% tersebut dihitung dari nilai inflasi 6,4% dan pertumbuhan ekonomi 5,37%.

Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin mengatakan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo telah mengusulkan kenaikan UMK sebelum para butuh memberikan tuntutan. Usulan tersebut kemudian direspon oleh Mengeri Tenaga Kerja (Menaker) dengan terbutanya Peraturan Menteri No.18 Tahun 2022 Tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2023.

“Intinya hampir sama, menuntut kenaikan sampai dengan 13%. Dan sebelum kawan-kwan mengusulkan kenaikan itu, Pak Gubernur sudah terlebih dahulu, sudah menyampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja. Tadi juga sudah sampaikan suratnya dan Menteri Tenaga Kerja sudah mengeluarkan Peraturan Menteri No.18,” ujar Haerudi setelah melakukan audiensi tentang tuntutan kenaikan UMK, Senin (21/11/2022).

Menurutnya, Peraturan tersebut nantinya akan digunakan oleh Pemerintah Daerah untuk menentukan UMK di wilayah masing-masing. Dirinya juga menegaskan bahwa Kepala Daerah tidak bisa bertolak belakang dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat.

“Itulah kawan-kawan, yang nanti akan pedoman kita dalam menghitung upah minimum tahun 2023. Tadi ada masukan, Pak Gub harus membuat kebijakan tetapi usulan itu sebagai pertimbangan. Karena saya sampaikan Kepala Daerah itu tidak boleh mengambil kebijakan yang bertentangan dengan peraturan yang ada di pusat,” terangnya.

Menurutnya, perhitungan penetapan upah dilakukn oleh Dewan Pengupahan yang didalamnya beranggotakan buruh, pengusaha dan pemerintah. “Mari kita doakan semoga apapun keputusannya bisa menguntungkan,” terangnya.

“Tadi pak Tarjo salah satu perwakilan menegaskan tidak menolak itu karena mereka juga paham sebenarnya (yang menetapkan upah). Dan saya juga saya sampaikan apa adanya siapaka) yang menetapakan gaji itu dan yang menetapkan adalah Dewan Pengupahan artinya ada buruh ada pengusaha dan ada pemerintah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPD SPN Jateng, Sutarjo menambahkan, kenaikan UMK 13% di Jawa Tengah merupakan harga mati bagi buruh. Pihaknya juga meminta agar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menemui para pekerja untuk merundingkan dan membuat kesepakatan permintaan kenaikan UMK.

Sehingga, kesejahteraan buruh di Indonesia khususnya Jawa Tengah bisa mendapat kesejahteraan disaat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. “Batas waktu sebelum tanggal 28 November. Kalau tidak dilaksanakan kami DPD SPN Jateng akan menginstruksikan kepada seluruh jajaran kami bahwa PUK di masing-masing perusahaan membut permohonan kepada management untuk berunding membuat kesepakatan meminta upah sesuai dengan kebutuhan kita. Dan jika tidak dilaksanakan kami berhak untuk mogok kerja,” tutupnya.

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama