KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Titik Longsor Desa Kalongan Bertambah, Warga Diminta Menjauhi Lokasi

Titik Longsor Desa Kalongan Bertambah, Warga Diminta Menjauhi Lokasi

Titik Longsor Desa Kalongan Bertambah, Warga Diminta Menjauhi Lokasi

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Longsor yang terjadi di ruas Jalan Arjuna Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang nampak semakin parah.

Dari pantauan di lokasi pada Jumat (10/2/2023), terdapat satu lagi titik yang ambles dan masih berada di sekitar sepuluh meter dari lokasi longsor sebelumnya. Panjang jalan yang ambles sekitar delapan meter, menyisakan sekitar dua meter aspal.

Sebelum longsor, lokasi tersebut sering digunakan para warga untuk bersantai saat sore hari sambil menikmati pemandangan lembah di sekitarnya, meski akses kendaraan telah ditutup total.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha meminta warga untuk menjauhi lokasi longsor dan tidak memanfaatkannya sebagai tempat untuk jalan-jalan menikmati pemandangan.

“Kemudian juga harus selalu waspada terhadap longsor karena saat ini sudah merambah ke samping-sampingnya,” ujarnya.

Terkait dengan relokasi warga, orang nomor satu di Kabupaten Semarang tersebut mengatakan, pihaknya masih belum berencana untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kalau relokasi belum, ya, karena jaraknya (permukiman) masih ada kurang lebih 50 meter, yang paling ujung (dekat) 30 meter masih ditempati, sehingga kami melihat posisinya saat ini masih aman,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Arjuna merupakan satu di antara akses penghubung antara Ungaran (Kabupaten Semarang) dengan Mranggen (Kabupaten Demak). Agar kendaraan tetap bisa mengakses kedua wilayah itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang akhirnya mempersiapkan jalur alternatif di Jalan Bima di Dusun Kajangan sebagai pengalihan arus kendaraan.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Ngesti, bahwa nantinya jalur alternatif di Jalan Bima akan menjadi jalan utama, mengingat kondisi longsor di Jalan Arjuna yang tergolong parah serta tanahnya yang terus bergerak. (win)

 

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang