URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan orang menggelar Aksi Lilin di Tugu Muda Semarang, Jumat (16/12/2022) malam. Kegiatan itu dilakukan sebagai wujud menuntut keadilan kepada negara atas kasus pembunuhan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus yang belum terungkap.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Aksi Lilin IWANt Justice Untuk Iwan Boedi di Tugu Muda

Aksi Lilin IWANt Justice Untuk Iwan Boedi di Tugu Muda

Aksi Lilin IWANt Justice Untuk Iwan Boedi di Tugu Muda

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Ratusan orang menggelar Aksi Lilin di Tugu Muda Semarang, Jumat (16/12/2022) malam. Kegiatan itu dilakukan sebagai wujud menuntut keadilan kepada negara atas kasus pembunuhan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus yang belum terungkap.

Aksi itu bertajuk IWANt Justice. Selain menyalakan lilin, beberapa penampilan yang mengartikan tuntutan keadilan juga dipertunjukan. Diantaranya yaitu pameran lukisan, teatrikan, pidato, nyanyian kebangsaan, surat kedua untuk Presiden Jokowi dan doa bersama antar lintas Agama.

Ratusan orang datang mengenakan pakaian serba hitam sebagai wujud duka yang mendalam atas kepergian Iwan Boedi. Ketua Panitia Aksi Lilin, Aziz mengaku kegiatan ini dilakukan untuk menyalakan aksi kemanusian untuk Iwan Boedi.

“Ini adalah nota merah untuk Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bahwa tidak ada pembenaran apapun manusia untuk menghilangkan nyawa manusia yang lain atau manusia membunuh manusia,” ujarnya usai Aksi Lilin kepada awak media.

Oleh karena itu, Aksi ini diselenggarakan agar kejadian-kejadian yang mengesampingkan rasa kemanusiaan tidak terjadi lagi. Selain itu, tujuan dari aksi ini adalah meminta kepada negara untuk tidak tumpul ke atas terkait masalah keadilan untuk sesama manusia.

“Siapapun pelakunya harus diusut tuntas. Siapaun pelakunya harus dibawa diproses hukum yang seadil-adilnya,” paparnya.

Ia juga mengatakan akan ada aksi-aksi tuntutan keadilan selanjutnya untuk Iwan Boedi. Disisi lain, Pemerintah khususnya Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan untuk segera bisa mengungkap kasus pembunuhan Iwan Boedi.

“Tentu sesuai dengan perkembangan proses hukum yang berjalan kita melihat seperti apa. Mudah-mudahan Pemerintah dalam hal ini penegak hukum prosesnya lancar dan segera diberikan kabar siapa pembunuhnya,” katanya.

“Kita akan kawal terus sampe habis. Ini tidak boleh terulang kepada siapapun dimanapun. Siapa pelakunya harus diusut tuntas,” terangnya.

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan