URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Perhubungan Kota Salatiga menambah rambu dan perlengkapan jalan. Dishub Salatiga memasang fasilitas lalu lintas di sejumlah titik rawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, guna menekan risiko kecelakaan melalui pengecekan, penempatan rambu portabel, serta koordinasi dengan kepolisian.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Kecelakaan saat Nataru, Dishub Salatiga Tambah Rambu di JLS

Antisipasi Kecelakaan saat Nataru, Dishub Salatiga Tambah Rambu di JLS

Antisipasi Kecelakaan saat Nataru, Dishub Salatiga Tambah Rambu di JLS

Dinas Perhubungan Kota Salatiga menambah rambu dan perlengkapan jalan. Dishub Salatiga memasang fasilitas lalu lintas di sejumlah titik rawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, guna menekan risiko kecelakaan melalui pengecekan, penempatan rambu portabel, serta koordinasi dengan kepolisian.
Foto dok IST
Dishub Salatiga memasang rambu lalu lintas
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga menambah rambu lalu lintas dan perlengkapan jalan di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Guntur Junanto mengatakan, penambahan rambu lalu lintas dan perlengkapan jalan guna penting dilakukan guna mengantisipasi potensi kecelakaan selama masa angkutan Nataru. Ini bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan di sejumlah titik rawan.

“Kesiapan perlengkapan jalan menjadi salah satu fokus utama kami dalam pengamanan lalu lintas selama Nataru,” kata Guntur belum lama ini.

Dia menyatakan, Dishub telah melakukan pengecekan dan menyiapkan sarana-prasarana lalu lintas, seperti rambu portabel, traffic cone, water barrier, guard zone, serta perlengkapan pendukung lainnya. Sarana dan prasarana tersebut akan dipasang secara situasional di titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

“Penambahan perlengkapan jalan tersebut difokuskan pada kawasan daerah rawan kecelakaan seperti di JLS dan jalan yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan selama libur Nataru,” jelasnya.

Lebih jauh Guntur mengungkapkan, untuk mendukung pengamanan, Dishub turut berkoordinasi dengan Satlantas Polres Salatiga dalam pengaturan lalu lintas di titik rawan kecelakaan, termasuk antisipasi kejadian laka lantas melalui pengaturan arus dan kesiapan perlengkapan jalan. “Ya, kami berharap dengan penambahan rambu dan perlengkapan jalan ini, angka kecelakaan lalu lintas selama Nataru dapat ditekan,” ucapnya.

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik