KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Banjir Sungai Piji Kudus Belum ada Solusi

Banjir Sungai Piji Kudus Belum ada Solusi

Banjir Sungai Piji Kudus Belum ada Solusi

Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Piji, Kudus, Sabtu (9/1/2021). (Foto: Istimewa)

RASIKAFM – Meskipun nyaris setiap tahun limpas dan bahkan banjir, persoalan Sungai Piji hingga sekarang belum menemukan solusi. Berbagai upaya penanganan masih sebatas usulan, sedangkan ancaman banjir selalu dirasakan saat musim penghujan.

Pelaksana Sungai BBWS Pemali Juana, Danis Handoyo mengatakan, normalisasi di aliran Sungai Piji belum bisa diproses. Pelaksanaan kegiatan butuh perencanaan yang matang. Kegiatan BBWS yang dianggarakan lewat APBN, birokrasinya harus benar. Terkait permasalahan tanggul aliran Sungai Piji, terjadi pada hampir sejumlah daerah yang dilewatinya, seperti parapet yang sudah tua dan tergerus air.

Diakuinya, dalam sistem operasional di BBWS, perbaikan dilakukan by accident. Artinya ketika ada kejadian baru ditangani. Meskipun demikian, pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan daerah untuk bisa melakukan upaya antisipatif. Salah satunya dengan mengijinkan menambal secara swadaya tanggul-tanggul yang rembes.

Pihaknya berharap setiap daerah membentuk aktivis sungai. Tujuannya, menggelar pengecekan kondisi sungai. Termasuk mendukung wacara pembuatan jaring-jaring sampah di setiap desa yang saat ini sedang digagas Pemkab Kudus.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]