URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPS Kabupaten Semarang memastikan Sensus Ekonomi 2026 aman dan tidak terkait pajak. Dewi Trirahayuni menyampaikan kegiatan berlangsung Mei–Juli 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Semarang untuk mendapatkan data usaha yang akurat. Pendataan dilakukan melalui EWI dan kunjungan rumah tangga oleh petugas terlatih.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BPS Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Akan Jadi Sasaran Pajak

BPS Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Akan Jadi Sasaran Pajak

BPS Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Tidak Akan Jadi Sasaran Pajak

Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan statistik kepada media di ruang rapat Kantor BPS setempat, Rabu (10/12/2025). Foto: win
Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan statistik kepada media di ruang rapat Kantor BPS setempat, Rabu (10/12/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni memastikan seluruh informasi yang dikumpulkan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun diserahkan sebagai data individu.

Dewi mengatakan Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026. Pada tahap pertama, Mei, BPS akan menyasar perusahaan besar melalui metode electronic web interview (EWI). Selanjutnya pada Juni dan Juli, pendataan dilakukan ke rumah tangga untuk menanyakan keberadaan usaha dan menggali informasi lebih rinci bagi pelaku usaha.

“Harapannya ketika petugas hadir, masyarakat dapat memberikan jawaban apa adanya. Tidak perlu khawatir karena data yang kami sajikan bukan data mikro, tetapi data yang sudah diolah,” kata Dewi usai membuka kegiatan pembinaan statistik kepada media di ruang rapat Kantor BPS setempat, Rabu (10/12/2025).

Ia menegaskan kekhawatiran sebagian responden terhadap kerahasiaan omzet atau aset usahanya tidak beralasan. “Bisa kami pastikan hasil sensus ekonomi ini tidak ada data by individu dan tidak ada kaitannya dengan pajak,” tegasnya.

Menurut Dewi, sensus ini penting untuk menyediakan indikator strategis pembangunan. Selama ini BPS menyajikan data kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi setiap tahun. Namun mulai 2025, pemerintah meminta penyajian data pertumbuhan ekonomi secara triwulanan sehingga kualitas dan kecepatan data makin dibutuhkan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala, salah satunya keraguan sebagian responden dalam memberikan data.

“Apa yang diinginkan pemerintah itu BPS bisa, yang penting dukungan datanya. Tantangannya kadang responden ragu-ragu,” ujarnya.

BPS Kabupaten Semarang menyiapkan sekitar 600–700 petugas untuk pendataan, dengan proses rekrutmen dibuka pada Maret–April 2026. Petugas akan ditempatkan sedekat mungkin dengan domisilinya agar lebih memahami wilayah pendataan.

“Pengalaman sebelumnya, pendaftar banyak, tapi di beberapa wilayah justru minim. Kami usahakan penugasan tidak lintas kecamatan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh rumah tangga akan didatangi untuk pemutakhiran awal sebelum menentukan rumah tangga yang memiliki usaha dan perlu diwawancarai lebih lanjut. Jumlah usaha di Kabupaten Semarang belum dapat dipastikan karena kuesioner nasional masih difinalisasi.

“Harapan kami, desain kuesioner final bisa rampung pada akhir Desember 2025,” urainya.

Dewi menambahkan, kepastian jumlah usaha dan kebutuhan waktu wawancara per responden diperlukan agar beban kerja petugas tidak berlebihan.

“Setiap petugas ada batas maksimal pendataan. Kalau tidak dihitung sejak awal, khawatirnya nanti mereka tidak mampu menyelesaikan dalam dua bulan,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved