RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dapur Darurat Salatiga Berikan Paket Makanan Untuk Pasien Covid 19 Yang Isoman

Dapur Darurat Salatiga Berikan Paket Makanan Untuk Pasien Covid 19 Yang Isoman

Dapur Darurat Salatiga Berikan Paket Makanan Untuk Pasien Covid 19 Yang Isoman

Keberadaan dapur darurat salatiga saat mengolah makanan untuk kemudian dibagikan gratis bagi warga yang tengah isoman.

Salatiga RASIKA FM. – Kehadiran Dapur Darurat Salatiga siap mengantarkan makanan gratis untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Dapur Darurat Salatiga didirikan oleh Majalah Lokal The Moufeet dibantu rekan-rekan dari Komunitas Unit Gigs Darurat setelah pemerintah mengeluarkan aturan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Rabu (7/7/2021).

Kepada wartawan, Inisiator Dapur Darurat Salatiga, Virgian Aspara mengatakan, kegiatan komunitasnya ini bertujuan untuk menyediakan supply makanan pagi hingga malam bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Kita mulai mengumpulkan donasi, memasak, pengemasan, dan mendistribusikan kepada pasien isolasi mandiri,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Setelah membuka donasi, kata Virgian, kegiatan ini mendapat respons yang sangat luar biasa dari warga Kota Salatiga. Komunitas ini mendapat donasi berupa tempe, daging, sayur, beras, dan bahan pangan lain dari beberapa donatur. “Termasuk juga uang tunai, saat ini kita mendapat Rp 12.780.000. Tak menyangka juga, ternyata antusiasme untuk saling bantu sangat besar,” kata Virgian.

Setiap hari dengan 26 relawan memasak tiga kali untuk menu makan pagi, siang, dan malam. Sekali masak untuk 75 porsi, sehingga dalam satu hari ada 225 paket makanan yang dikirim. “Untuk menu juga berbeda agar penerima bantuan tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja,” paparnya. Pihaknya menambahkan , untuk yang sedang menjalani isoman dan ingin disupply makanan dapat mengirimkan surat keterangan sedang menjalani isoman/surat hasil tes lab pada kontak yang tertera.

“Kalau satu keluarga yang isoman juga bisa menyertakan kartu keluarga, guna dihitung jumlah supply yang akan dikirimkan” ujarnya. Karena permintaan yang cukup banyak, lanjutnya, mereka mengalami kendala untuk distribusi makanan yang akan diantarkan. “Kita mengirim ke pasien yang ada di seluruh Salatiga, sehingga kadang agak terlambat karena kekurangan tenaga pengantaran,” kata Virgian.

Sementara itu bagi Win salah satu warga Tingkir Salatiga yang sedang isoman mengaku terbantu dengan keberadaan dapur darurat ini “saya mengapreasi gerakan yang dilakukan teman teman Salatiga untuk membantu sesama” ujar Win (rief)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran