KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Meriah! Karnaval Perayaan HUT ke-1274 Kota Salatiga, Cerminkan Indonesia Mini

Meriah! Karnaval Perayaan HUT ke-1274 Kota Salatiga, Cerminkan Indonesia Mini

Meriah! Karnaval Perayaan HUT ke-1274 Kota Salatiga, Cerminkan Indonesia Mini

Pada Rabu (24/7/2024), Karnaval atau Kirab Kebudayaan memeringati HUT ke-1274 Salatiga kembali digelar dengan partisipasi 90 peserta dari berbagai unsur seperti Pemkot Salatiga dengan OPD-nya, perangkat kecamatan, pedagang pasar, pelajar, dan masyarakat umum.
Foto dok IST
Kemeriahan peserta Karnaval Perayaan HUT ke-1274 Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Karnaval atau kirab kebudayaan memeringati HUT ke-1274 Salatiga kembali digelar, Rabu (24/7/2024).

Pantauan rasikafm.com, setidaknya ada 90 peserta dari berbagai macam unsur, meliputi Pemkot Salatiga dengan masing-masing OPD-nya, perangkat kecamatan, pedagang pasar, para pelajar, masyarakat umum, dan lain sebagainya.

Para peserta karnaval berangkat dari depan Rumah Dinas Walikota Salatiga, melewati Jalan Jenderal Sudirman depan Pasar Raya, berbelok ke Jalan Sukowati hingga disambut para pejabat Pemkot Semarang di depan Kantor Walikota Salatiga.

Karnaval tersebut digelar siang hari, setelah pelaksanaan Upacara Hari Jadi Salatiga dan juga Rapat Paripurna Istimewa di Lapangan Pancasila, Kalicacing, Kecamatan Sidomukti.

Antusiasme warga tampak sangat tinggi menyambut kirab tersebut. Tampak ribuan orang memadati sepanjang tepi jalan yang dilalui peserta karnaval. Bahkan, beberapa jam sebelum karnaval dimulai, warga sudah berdatangan menunggu.

Pj Walikota Salatiga, Yasip Khasani dan Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit menyapa setiap peserta karnaval dari panggung kehormatan. Tampak sesekali mereka mendapatkan hadiah karya atau barang-barang dari para peserta.

Yasip mengatakan, kegiatan itu berlangsung sangat meriah. Menurut dia, seluruh elemen menyalurkan ekspresinya dengan maksimal serta penuh semangat.

“Meriah sekali, sampai sore ini masih 20-an (kelompok) yang belum (lewat). Harapannya kalau ke depannya semakin ramai, bisa dibuat satu hari full kirab,” kata Yasip disela-sela karnaval.

“Kirab kali ini berbeda karena memakai pakaian adat Nusantara yang etnisnya ada di Salatiga. Ini sangat merepresentasikan Salatiga sebagai Indonesia Mini karena terdapat 39 etnis yang berbeda,” ujar Yasip.

Selain etnis, keunggulan tiap daerah juga dihadirkan oleh peserta karnaval. Beberapa di antaranya seperti warga Kecamatan Argomulyo yang mengarak gunungan sayuran dan hasil bumi. Kecamatan tersebut dikenal dengan tanahnya yang subur serta sayuran yang berlimpah.

Seorang peserta karnaval dari Kecamatan Argomulyo, Dina Pramestyarini mengaku puas dengan kemeriahan acara tersebut.

“Kami mengambil tema potensi wilayah, sehingga membawa sayuran dan dibagi-bagi ke warga di jalan. Selain itu ada pertunjukan Topeng Ireng dari warga Argomulyo,” kata Dina seusai karnaval.

Karnaval yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung hingga sore hari. Terpantau hingga pukul 17.00 WIB, jalanan masih dilalui para peserta karnaval. Sementara itu, warga setempat juga masih memadati area tepi jalan hingga menjelang petang.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
[pekok2]